Begitu Mengalami Ini, Rehatlah Sejenak dari Media Sosial

Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan, tidaklah baik. Hal ini juga berlaku dalam penggunaan media sosial. Jika telah terbiasa menghabiskan banyak waktu untuk beraktifitas di media sosial dan tidak lagi bisa mengatur porsi yang wajar untuk hal tersebut, bisa jadi kamu telah kecanduan dan sulit berhenti.

Hal seperti ini sangat merugikan. Bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan bagi orang-orang terdekat kamu juga. Bagaimana kamu bisa mengatur waktu dalam porsi yang tepat jika ternyata sebagian besar waktu kamu telah tersita untuk aktivitas di media sosial?

Jika merasa media sosial telah menyita terlalu banyak waktumu, sudah saatnya kamu berhenti dan kembali menata diri menjadi lebih baik lagi saat ini. Berikut ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan kamu harus rehat sejenak dari media sosial.

1. Tak bisa lepas dari Ponsel
Ponsel menjadi salah satu perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses media sosial, mengingat ukurannya mungil dan mudah dibawa ke mana-mana. Jika telah begitu tergantung pada ponsel dan tak lagi bisa lepas dari perangkat yang satu ini, sudah waktunya kamu rehat dari media sosial.

Ada banyak orang yang secara tidak sadar selalu membawa ponsel mereka ke mana saja. Bahkan, membawanya ke ranjang tidur ketika waktunya tidur. Hal seperti ini bukan hanya buruk, melainkan juga mengurangi tingkat kepedulian kepada lingkungan sekitar.

2. Sering Menunda dan Mengacaukan Rencana yang Sudah Ada
Apa yang akan kamu lakukan besok? Ke mana saja kamu seharian ini? Hal seperti ini menjadi penting untuk direncanakan agar harimu bisa dilalui dengan maksimal tanpa ada waktu yang terbuang sia-sia. Namun, jika hal-hal tersebut telah menjadi sebuah kegiatan yang sulit dilakukan, kamu telah memiliki masalah dalam mengatur waktu dan agenda harian kamu.

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas di media sosial sehingga kamu tidak lagi mengingat berbagai kegiatan prioritas lainnya yang harus kamu kerjakan. Jika terus seperti ini, kehidupanmu bisa jadi berantakan.

3. Tidak Memiliki Waktu untuk Sahabat dan Keluarga
Sibuk seharian dan “tenggelam” dalam aktivitas media sosial, bahkan tidak memiliki waktu untuk sahabat dan keluarga. Jangankan bersenda gurau dengan mereka, kamu bahkan tidak sempat untuk sekadar menyapa atau menyambangi mereka di rumah.

Bisa jadi kamu akan menemui teman-temanmu di media sosial tanpa pernah sempat menemui dan menghabiskan waktu untuk sekadar menikmati secangkir kopi bersama. Yang lebih buruknya lagi, kamu jarang bertemu dengan anggota keluargamu. Padahal, kamu tinggal di rumah yang sama. Apa kamu juga ingin bertemu mereka lewat media sosial juga?

4. Kecanduan posting
Kehidupan pribadi seharusnya dipisahkan dari media sosial, mengingat hal ini bukan konsumsi publik. Kamu harus bisa memahami hal tersebut dengan baik agar tidak kebablasan untuk selalu mem-posting apa pun tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidupanmu.

Jika terbiasa selalu posting semua hal tanpa disaring, berbagai hal yang pribadi sekalipun bisa saja terpampang di media sosial. Bukan hanya bagi dirimu sendiri saja, melainkan hal ini bisa saja merugikan orang-orang terdekat kamu, seperti teman ataupun keluarga.

5. Tidak Fokus Kerja dan Mudah Stres
Sudah bekerja dan memiliki kesibukan yang tinggi, tetapi masih selalu sibuk di media sosial sepanjang hari. Hal seperti ini bisa saja merugikan diri kamu sendiri dan membuat pekerjaan berantakan. Tak ada larangan untuk menggunakan media sosial selama kegiatan ini dilakukan dalam porsi yang wajar.

Namun, jika kamu selalu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk kegiatan ini, berbagai pekerjaan dan deadline bisa jadi berantakan dan tidak selesai dengan baik. Bukannya memberi dampak baik, media sosial akan membuatmu stres dan kemungkinan kehilangan pekerjaan.

6. Mood yang Tidak Stabil
Media sosial memberi banyak kemudahan, termasuk untuk mencari tahu aktivitas teman, bahkan mantan. Hal ini bisa menjadi musibah untuk jika ternyata kamu termasuk orang yang mudah terbawa emosi.

Terlalu sering melihat aktivitas orang-orang terdekat di media sosial bisa saja membuat harimu selalu berantakan, terutama jika kamu termasuk orang yang memiliki emosi yang tidak stabil. Mood kerjamu bisa saja berubah dan tidak baik sepanjang hari sehingga harimu menjadi begitu berat dan melelahkan. Yang rugi kamu sendiri, bukan?

7. Tidak Punya Waktu untuk Hobi
Kamu senang membaca buku, memasak, atau sekadar berkebun di halaman rumah. Itu dulu. Saat ini sudah tidak lagi karena media sosial begitu menggoda. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermedia sosial, bisa jadi kamu tidak akan mengingat lagi kapan terakhir menikmati hobi.

Hal ini terbilang sangat buruk, mengingat hobi adalah sesuatu hal yang menyenangkan dan selalu akan membuat kita bahagia ketika melakukannya. Lalu, bagaimana bisa kamu melupakannya untuk waktu yang terbilang lama?

8. Sulit Fokus pada Satu Titik
Setiap orang memiliki rencana dan target tertentu yang ingin mereka capai dalam hidup. Hal ini biasanya akan dibarengi dengan sejumlah langkah dan waktu penyelesaian yang jelas.

Namun, jika kamu begitu sulit dan bahkan tidak bisa lagi fokus pada target yang dimiliki, kamu telah terlalu banyak menggunakan waktu untuk berbagai hal lainnya yang tidak terlalu penting. Media sosial akan menyita banyak waktu dan juga perhatian sehingga kamu mengalami kesulitan untuk sekadar fokus pada hal-hal yang penting di dalam hidup.

9. Lebih Banyak Diam daripada Bergerak
Kapan kamu terakhir berolahraga? Bermain dengan keponakan atau sekadar ikut menyiapkan makan malam? Dengan menghabiskan banyak waktu untuk bermedia sosial, kamu akan jarang bergerak dan melakukan banyak hal. Kamu menjadi lebih senang diam sambil ditemani gadget atau bahkan mengurung diri di kamar dan tenggelam dalam aktivitas media sosial yang tak pernah sepi.

Kegiatan ini akan menyita banyak waktu dan tenaga sehingga kamu tidak tertarik untuk melakukan berbagai hal, bahkan untuk beranjak dari layar gadget-mu dan bergerak untuk aktivitas lainnya.

 

 

 

Sumber: cermati.com

Luncurkan Produk Baru? Berikut Tips Menjangkau Target Pasar

Apakah Anda saat ini sedang bersemangat lantaran memiliki sebuah layahan atau produk baru dan bersiap untuk meluncurkannya?

Tahukah Anda bahwa meluncurkan sebuah layanan atau produk baru tidak cukup hanya dengan menyewa perusahaan public relation (PR) dan membuat sebuah press release. Selain di luar sana persaingan akan sengit, berita yang beredar pun silih berganti dengan begitu cepat. Berita yang dipublikasikan sulit bertahan lama di tengah banjirnya informasi yang ditunjukkan kepada konsumen.

Tentunya, Anda ingin melihat target pasar melihat berita tentang peluncuran produk Anda, kan? Nah, untuk membantu Anda berikut tips untuk menjangkau pasar

Rangkul wartawan

Rencanakan peluncuran layanan atau produk baru Anda lebih awal, setidaknya 8 sampai 12 minggu di awal. Yang harus Anda ketahui, wartawan mendapatkan berita setiap hari. Mereka tidak menunggu berita Anda.

Dengan melakukan persiapan jauh-jauh hari, Anda memiliki waktu yang cukup untuk mencari wartawan yang Anda butuhkan untuk menjangkau target pasar dan yang lebih penting lagi Anda bisa membangun hubungan dengan mereka. Hubungan yang baik dengan wartawan adalah kunci sukses ketika Anda ingin eksis di media.

Influencer

Setelah menjalin hubungan dengan wartawan, hal berikutnya yang harus Anda lakukan adalah mencari influencer yang memiliki pengaruh terhadap target pasar. Kenalkan layanan atau produk baru Anda kepada mereka secara detail sebelum diluncurkan. Beri mereka percobaan atau sampel dan minta mereka untuk berbagi review di saluran media sosial yang mereka miliki.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia PR telah berubah. Sekarang, kita harus melihat dari berbagai sumber untuk mendapatkan informasi, termasuk influencerInfluencer secara online telah berhasil membangun atau mencuri perhatian public melalui blog, media sosial, video dan lainnya. Karena itu, pengaruh mereka kadang lebih besar dibanding media massa.

Media sosial

Gunakan juga media sosial untuk sedikit memberi gambaran waktu dan layanan atau produk baru Anda. Cari orang-orang yang tertarik dengan layanan atau produk baru Anda. Atau, jika Anda memiliki pendukung merek (brand advocate)  informasikan tanggal peluncuran layanan dan produk baru Anda kepada mereka, bisa berupa video atau foto. Upaya tersebut akan membuat target pasar Anda penasaran. Belum lagi, siapapun bangga jika jadi yang pertama tahu.

Realistis

Anda tidak perlu repot-repot ketika meluncurkan layanan atau produk baru jika nama merek Anda sudah besar (eksis). Tapi jangan berkecil hati, yang harus Anda lakukan adalah tetap konsisten berbagi berita dan mencoba membangun hubungan dengan konsumen. Ingat, konsumen sangat senang berinteraksi dengan perusahaan yang mereka rasa memiliki hubungan baik.

Sabar

Seperti diceritakan sebelumnya, influencer dan wartawan dibombardir dengan berita setiap harinya. Jadi, cobalah untuk bersabar dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Jangan biarkan mereka lupa nama Anda.

Kreatif

Jangan lupa, tujuan Anda adalah mendapatkan perhatian dari target pasar. Anda bisa menjangkau mereka lewat influencer dan beberapa media dalam sehari. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan agar apa yang Anda lakukan berbeda dari yang lain? Masukan ide kreatif Anda, misalkan dengan membuat video, atau meme lucu.

 

 

 

Sumber: marketing.co

 

Raja

Oleh: Adhy Trisnanto

Maret kemarin Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, membalas kunjungan Presiden Joko Widodo sekian tahun berselang. Rombongan sang raja konon berjumlah 1.500 orang, mulai dari pangeran, putri dan menteri sampai para penjaga keamanan. Barang yang dibawa bagi kita terasa rada aneh, termasuk kursi dan tangga eskalator. Sambutan masyarakat luar biasa, lebih dari sambutan terhadap tamu-tamu kenegaraan yang lain. Bisa diukur dari jumlah orang yang antusias mengelu-elukan di sepanjang jalan (baik dikerahkan maupun karena dorongan kemauan sendiri), dan juga dari liputan media yang seolah mengamati segala gerak-gerik sang raja dan rombongannya. Kedatangan Raja Salman mendorong disepakatinya 11 nota kesepahaman dalam berbagai hal dengan nilai investasi sejumlah 93 triliun rupiah. Termasuk penambahan jumlah kuota haji 52.200 jemaah sehingga menjadi 221 ribu. Berita yang melegakan banyak orang mengurangi risau lama menunggu berangkat. Istirahat sang raja dan rombongan di Bali yang kemudian diperpanjang waktunya, memberi isyarat baik bagi para pelaku industri pariwisata karena diyakini akan mendorong wisatawan Timur Tengah berbondong-bondong berkunjung ke Bali.

Kisah tentang raja, selalu menarik perhatian. Termasuk raja yang ini, durian, the king of fruit. Entah kenapa durian digelari raja buah. Mungkin karena ukurannya, mungkin juga karena lezatnya. Memang ada orang yang tidak suka durian, entah lantaran aromanya, atau rasanya. Tapi penggemarnya bukan main banyaknya. Lihat saja mal atau perumahan baru yang sering menggelar festival durian untuk menarik pengunjung dan pembeli. Tidak pernah sepi! Orang rela antri untuk mendapat kesempatan memilih dan melahap durian. Padahal harganya biasanya lebih tinggi dari harga pasar. Penggemar durian bisa berburu durian setiap kali ke luar kota. Masing-masing kota punya durian yang di lidah penikmat punya kekhasan sendiri-sendiri.

Ada lagi buah lain yang menyandang gelar raja: pisang raja. Ukuran pisang raja memang tidak sebesar pisang Ambon, tapi juga tidak sekecil pisang susu. Tampilannya tidak secantik pisang Cavendish yang kuning mulus. Meskipun memang pisang raja sudah lebih dulu ada sebelum ada pisang Cavendish. Mungkin pisang yang satu ini digelari raja karena kenikmatan yang didapat ketika dimakan. Kemampuannya mengurangi rasa lapar mungkin juga jadi penyebab gelar raja.

Ada lagi raja yang lain, raja rimba. Sebagian menganggap singa-lah raja rimba, sebagian lagi merajakan harimau. Raja yang ini sering digambarkan sebagai binatang buas yang perkasa, yang bisa menyantap manusia dan binatang lain. Aumnya menggetarkan seisi hutan, membuat gentar siapa saja yang mendengarnya. Dibalik cerita tentang kebuasannya, ada juga cerita tentang sisi baik raja rimba. Film Lion King dan The Lion Guard tidak mempertontonkan kebuasan seekor singa, sebaliknya  menuturkan karakter-karakter baiknya. Dari film-film kehidupan singa dan harimau yang bisa kita tonton di teve berbayar kita jadi tahu kasih sayang yang ada dalam keluarga singa dan harimau.

Guru Bahasa Indonesia kita di sekolah dulu mengajarkan tentang peribahasa berbunyi : Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah. Nah, sebagaimana selalu ada gelap ada terang, demikian pula ada raja lalim dan ada raja adil. Raja tidak selalu sebijak Raja Salman sebagaimana kesan seorang pastur di Bali setelah sempat bertatap muka dengan sang Raja. Sejarah Nusantara sendiri menyimpan sejumlah cerita raja lalim. Misalnya Amangkurat I yang tidak segan-segan membunuh orang yang tidak sejalan dengannya. Keagungan seorang raja mudah membuat kita terkagum-kagum. Tetapi kekaguman paling dalam seharusnya ada ketika seorang raja berbuat banyak untuk kesejahteraan rakyatnya. Akhirnya yang berlaku toh nilai seseorang bergantung kepada manfaat keberadaannya bagi orang banyak..

Tips Menciptakan Layanan Pelanggan yang Hebat

Layanan pelanggan yang hebat menciptakan pelanggan setia seumur hidup; pelanggan yang bersedia merekomendasikan bisnis Anda ke teman, keluarga, dan kolega. Menyediakan layanan pelanggan yang hebat bukan hanya dimulai dengan keinginan tulus Anda untuk menyenangkan pelanggan, namun Anda juga harus berpikir di luar menjual produk dan layanan.

Anda perlu mempertimbangkan pengalaman kumulatif yang dimiliki pelanggan saat mengunjungi toko atau situs web, apa yang mereka pikirkan dan rasakan, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya lebih baik.

Berikut ini sembilan cara untuk mengetahui lebih banyak tentang pelanggan, dan mulailah menciptakan pola layanan pelanggan yang sangat baik untuk bisnis Anda.

Tahu Produk dan Jasa yang Dijual

Untuk memberikan layanan pelanggan yang hebat, Anda perlu tahu secara mendalam apa yang dijual. Oleh sebab itu, pastikan Anda dan semua karyawan yang berhadapan langsung dengan pelanggan tahu secara mendalam bagaimana produk atau layanan yang ditawarkan. Sadarilah pertanyaan yang paling sering diajukan pelanggan, dan cari tahu bagaimana mengartikulasikan jawaban yang akan membuat mereka puas.

Bersikap Ramah

Seperti yang banyak pakar pelayanan katakan, layanan pelanggan dimulai dengan senyuman. Ketika Anda berada dalam situasi tatap muka langsung dengan pelanggan, salam hangat harus menjadi hal pertama yang dilihat pelanggan, kemudian mendengarkan ketika mereka meminta bantuan. Bahkan saat menangani permintaan layanan pelanggan melalui telepon pun, senyum bisa masuk melalui suara. Jadi, pastikan Anda siap untuk bersikap ramah.

Ucapkan Terima Kasih

Terlepas dari jenis bisnis yang Anda miliki, mengucapkan terima kasih setelah setiap transaksi dengan pelanggan adalah salah satu cara termudah untuk memulai kebiasaan layanan pelanggan yang hebat.

Latih Karyawan Anda

Penting bagi Anda untuk memastikan semua karyawan, bukan hanya divisi layanan pelanggan, memahami cara mereka berbicara, berinteraksi dan memecahkan masalah yang dihadapi pelanggan. Berikan pelatihan kepada semua karyawan dan beri pula mereka alat yang dibutuhkan.

Perlihatkan Rasa Hormat Anda

Layanan pelanggan sering kali melibatkan emosi, jadi penting untuk memastikan Anda dan karyawan yang menangani tugas layanan pelanggan selalu bersikap sopan dan hormat. Jangan biarkan emosi Anda sendiri menghilangkan keinginan Anda untuk melihat pelanggan pergi dengan perasaan bahagia.

Mendengarkan

Mendengarkan adalah salah satu rahasia layanan pelanggan yang paling sederhana. Mendengarkan berarti mendengar apa yang dikatakan pelanggan walaupun mereka berteriak, begitu pula dengan apa yang mereka komunikasikan secara nonverbal. Perhatikan tanda-tanda bahwa mereka tidak senang, sambil mendengarkan apa yang mereka katakan kepada Anda secara langsung.

Responsif

Mungkin tidak ada yang lebih buruk daripada tidak responsif terhadap pelanggan yang mencoba mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan masalah, atau mencari tahu lebih lanjut tentang produk yang Anda tawarkan. Sangat penting menanggapi setiap pertanyaan pelanggan dengan cepat, meski hanya dengan mengatakan Anda mengerti tentang masalah ini dan akan kembali menelepon pelanggan tersebut. Terkadang, beberapa respons selalu lebih baik daripada tidak ada sama sekali, sehingga pelanggan tidak merasa diabaikan.

Minta Masukan

Anda mungkin akan terkejut dengan apa yang Anda pelajari tentang pelanggan dan kebutuhan mereka saat Anda bertanya kepada mereka apa pendapatnya tentang bisnis, produk, dan layanan yang Anda tawarkan.

Anda bisa menggunakan survei pelanggan, formulir umpan balik dan kuesioner, namun Anda juga bisa meminta masukan langsung dari pelanggan saat mereka menyelesaikan pesanan mereka.

Gunakan Masukan yang Telah Anda Terima

Anda perlu melakukan sesuatu dengan umpan balik yang diterima dari pelanggan agar berguna dalam proses layanan pelanggan Anda. Luangkan waktu untuk meninjau umpan balik secara berkala, mengidentifikasi area yang harus diperbaiki, dan membuat perubahan spesifik dalam bisnis Anda.

Layanan pelanggan yang hebat sering kali terjadi karena secara konsisten pelanggan diperiksa dan dipastikan mereka senang bukan hanya dengan produk dan layanan yang ditawarkan, namun juga dalam proses pembelian dan pemesanan yang bekerja dengan baik. Jika Anda melakukan sembilan cara menyediakan layanan pelanggan yang hebat ini dengan benar, Anda berada di jalan yang tepat untuk dikenal sebagai bisnis yang menyediakan layanan pelanggan sangat baik.

 

 

Sumber: marketing.co

5 Langkah Awal Sebelum Membuka Usaha Sendiri dan Menjadi Wirausaha Sukses

Katanya berdagang atau mempunyai usaha sendiri itu gampang-gampang susah. Banyk untungnya pun tak kurang pengalaman saat merugi. Tentu Anda harus selalu bersiap menghadapi kedua kondisi tersebut. Nah bagi anda yang mempunyai niat untuk berwirausaha setidaknya Anda harus memperhatikan 5 langkah di bawah ini yang kami lansir dari laman seribupeluang.org

1. Ide Usaha (Business Ideas)

Ide usaha merupakan hal terpenting sebelum memulai suatu usaha. Rasanya sangat mustahil kita memulai usaha tanpa ada ide usaha sebelumnya. Mengapa ide usaha menjadi begitu penting? Ini dikarenakan usaha jika di awali dengan ide yang baik serta memandang jauh ke depan akan menghasilkan usaha dengan kualitas yangprima. Lalu yang menjadi pertanyaan terbesar, bagaimana kita menentukan ide usaha?

Untuk menentukan ide usaha, Anda dapat menemukan ide itu dari rutinitas sehari-hari, mulai dari hobi, kegemaran, keahlian, kesukaan dan hal lainnya yang menurut Anda dapat Anda kuasai. Jika Anda memulai suatu usaha dari hal yang Anda kuasai maka usaha tersebut akan berjalan lancar bahkan saat terjadi masalah sekalipun. So, “Tentukan ide usaha anda sekarang juga!”

2. Rencana Usaha (Business Plan)

Setelah Anda berhasil menemukan ide sempurna untuk usaha yang akan dijalani, langkah selanjutnya adalah rencana usaha yang matang. Rencana usaha menjadi hal yang sangat penting untuk dipikirkan sebelum memulai suatu usaha.

Salah satu masalah yang akan timbul jika Anda mengabaikan business plan adalah kekacauan di tengah usaha yang berakibat pada kemunduran bahkan kegagalan usaha. Dengan membuat business plan, Anda dapat mengetahui kemana arah dan tujuan usaha Anda. Meski usaha Anda bersifat mikro (kecil) namun dengan arah serta tujuan yang pasti, usaha Anda akan cepat maju dan berkembang. Selain itu, dengan rencana usaha yang matang Anda dapat menentukan berapa modal awal serta penghasilan yang kelak didapatkan. Dan dengan perencanaan yang baik, tentunya Anda dapat meminimalisir biaya pengeluaran namun dengan penghasilan yang maksimal.

3. Survei (Observations Environment)

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah survei atau pengamatan lingkungan sekitar. Lalu apa kegunaan dari survei ini? apakah wajib untuk di lakukan?

Jika kita melihat dari segi keuntungan yang didapat tentunya survei sangat wajib untuk dilakukan. Survei atau pengamatan dilakukan untuk mengetahui kondisi konsumen, lingkungan sekitar, lokasi usaha, pesaing, target penjualan, pemasaran dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Dengan survei Anda juga dapat mengetahui banyak hal serta peluang berkembang tidaknya usaha Anda. Jika anda mendirikan usaha
dengan lingkungan yang mendukung serta minim pesaing maka dapat dipastikan jika usaha anda siap meroket dan bersiaplah menjadi seorang pengusaha sukses.

4. Persiapkan Usaha Dengan Baik (Preparation of Business)

Usaha apapun yang akan dilakukan tentu butuh persiapan yang matang. Saat Anda memulai membuka usaha, pastikan Anda sudah membereskan surat izin usaha yang diperlukan. Pikirkan juga mengenai karyawandan administrasi, alat-alat, tempat, mesin, logo, nama perusahaan serta bagaimana strategi branding yanga kan dilakukan.

5. Memulai Usaha (Action)

Setelah selesai dengan dengan langkah-langkah di atas, kini saatnya Anda beraksi.

Sebagai seorang wirausahawan pemula, wajar jika terasa sangat berat. Ada saja hal yang menggangu pikiran sehingga menjadi hambatan untuk segera memulai usaha. Namun jika Anda seperti itu terus kapan majunya, bangkitlah dan buang semua pikiran negatif dari pikiran anda, berjuanglah dalam mendirikan usaha dan jangan pernah menyerah sampai anda berhasil.

 

 

REDA

Oleh: Adhy Trisnanto

Hujan rintik-rintik tidak dirasakan sebagai gangguan. Orang-orang tetap saja lalu-lalang di jalan tanpa jas hujan, topi, maupun payung. Hujan rintik-rintik memberi bau tanah yang enak. Tapi begitu hujan menderas, apalagi disertai angin yang gemuruh dan petir menggelegar seolah membelah langit, orang-orang yang semula berjalan santai tiba-tiba berhamburan mencari tempat berteduh. Pengendara motor berhenti di emper-emper bangunan atau di bawah pohon rindang. Membuka bagasi, mengambil jas hujan. Bahkan ada yang melepas sepatu berganti sandal. Mungkin karena terdesak waktu selepas itu mereka kembali melanjutkan perjalanannya dengan bergegas.

Pada saatnya hujan sederas apapun akan reda, dalam hitungan menit, atau jam, atau hari. Begitu reda kita tinggal meratapi akibatnya, dari yang kecil sampai yang berat. Dari jemuran tidak kering, sampai sampah yang berserakan di mana-mana, dan banjir yang meninggalkan lumpur serta merusak perabotan. Tapi jangan lupa, hujan juga membasahi tanah-tanah kering, mengisi kembali sediaan air tanah. Demikianlah memang tradisi alam, ada plus ada minus, dan yang mentakjubkan plus dan minus ada dalam keseimbangan.

Kehidupan sebagai bagian dari penyelenggaraan semesta menganut tradisi yang sama. Film  kehidupan selalu punya adegan-adegan yang datang dan pergi, muncul dan reda silih berganti. Meskipun ada istilah “bayi tuwa” (bayi tua) namun tidak pernah ada bayi yang berlama-lama tetap jadi bayi. Yang dimaksud dengan “bayi tuwa” adalah orang yang bukan bayi tapi punya karakter mirip bayi. Pesta akan usai pada saatnya. Kesibukan pesta akan reda untuk kemudian lenyap seiring berjalannya waktu. Meninggalkan rasa senang, modal untuk kenangan manis, tapi juga kelelahan, dan mungkin… utang. Kesedihanpun sama saja. Reda pada saatnya sadar atau tidak bahwa itu adalah bagian tak terelakkan dalam kehidupan, kemudian kesedihan akan lenyap ditelan waktu.

Reda adalah lawan kata muncul atau hadir. Untuk hal positif (yang sering dimaknai sebagai suatu keadaan yang selaras dengan harapan kita), kemunculan atau kehadirannya disambut dengan rasa syukur. Dan ketika reda rasa kehilangan yang menggantikannya. Sebaliknya untuk hal negatif (yang sering diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak selaras dengan harapan kita), kemunculannya disambut dengan kekecewaan, bahkan mungkin marah. Dan ketika reda rasa lega yang menggantikannya. Orang sering lupa, bagaimana mungkin ada segmen baru kehidupan kalau segmen yang lama masih saja belum reda.

Alangkah bijaksananya seseorang ketika tiba saat reda, dia mampu melakukan perenungan, mencari hikmah dari peristiwa yang dialaminya, dan tetap bersyukur atas Kasih Sayang Allah SWT. Reda adalah saat berganti adegan kehidupan. Tidak ada yang perlu sangat diratapi, atau sangat disesali.

Ingin Menjadi Toko Online Terpercaya? Ini Tipsnya

Tentu banyak suka duka berjualan online. Baik itu bagi para pembelinya, terlebih penjualnya. Nama baik dan image sebagai toko atau penjual online terpercaya sangat penting untuk menarik hati para customer.

Di bawah ini adalah tips untuk menjadi pedagang online yag terpercaya:

1. Foto produk yang jelas
Foto produk adalah hal yang sangat penting ketika Anda memutuskan mempunyai toko online. Sebab dari sanalah apa yang akan Anda jual dapat terdeskripisikan. Buatlah foto produk yang jelas dan oroginal. Jangan sampai Anda menggunakan foto produk milik orang lain atau juga tidak sesuai dengan barang asli yang Anda punya.

2. Jelaskan produk dengan rinci
Jelaskan produk yang Anda jual dengan rinci dan apa adanya. Jangan dilebih-lebihkan juga jangan dikurangi. Biarkan calom pembeli Anda tahu dengan detail produk yang diinginkannya, sehingga ketika mereka menjatuhkan pilihan untuk membeli produk dari toko online Anda, mereka akan puas dan bukan tidak mungkin untuk repeat order lagi dan lagi.

3. Mudah dihubungi
Ketika Anda sudah mencantumkan nomor telepon untuk dihubungi, maka konsekwensinya adalah Anda harus bisa dihubungi kapan saja. Pastikan baterei handphone Anda selalu terisi agar calon pembeli tidak kesulitan menghubungi Anda. Berikan respon yang cepat dan pelayanan yang ramah, sehingga mereka merasa nyaman berinteraksi dengan Anda.

4. Buatlah website toko online Anda secara profesional
Buatlah website toko online Anda secara profesional, sehingga memudahkan para calon pembeli untuk melihat-lihat display barang yang diinginkan dan bertraksasi dengan nyaman.

 

 

 

8 Tips Menambah Relasi Bisnis dari Waktu ke Waktu

Dalam menjalankan bisnis apapun, tentunya membutuhkan relasi agar dapat berjalan sesuai rencana. Tanpa ada relasi, menjadi hal yang sangat sulit kiranya untuk dapat mengembangkan bisnis yang dijalankan.

Untuk itu, pentingnya memiliki banyak relasi bisnis ataupun koneksi bagi perkembangan bisnis.

Untuk menambah relasi bisnis, ada banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan. Yang terpenting adalah aksi yang Anda ambil ketimbang melulu berpikir. Nah, berikut ini tips yang bisa digunakan untuk menambah relasi bisnis.

1.Tahu Apa Yang Jadi Kebutuhan dalam Bisnis

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui terlebih dahulu hal apa saja yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis.

Ketahuilah kebutuhan apa yang bisa Anda dapatkan dari orang lain yang bisa jadi relasi nantinya.

Ketika sudah membangun komunikasi yang baik, yang selanjutnya harus Anda lakukan adalah memperkuat hubungan yang terjalin agar memberikan manfaat positif bagi bisnis nantinya.

Mintalah bantuan dengan cara dan kata yang baik serta jelas kepada relasi.

2.Perlakukan Relasi Sebagaimana Orang-orang Penting

Selanjutnya, Anda perlu mengubah mindset saat ini. Perlakukan setiap relasi yang ada miliki sebagai orang penting.

Dengan bersikap baik dan penuh dengan rasa hormat, relasi Anda merasa betapa berharganya mereka bagi Anda.

Tak menutup kemungkinan relasi tersebut nantinya tanggap dalam memberikan bantuan demi kemajuan bisnis Anda.

3.Jangan Lupa Informasikan Identitas

Keberadaan kartu nama menjadi hal yang paling penting bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis. Dapat dikatakan kalau kartu nama menjadi informasi identitas yang dapat digunakan untuk menambah relasi bisnis.

Saat bertemu dengan partner bisnis yang baru, jangan lupa untuk selalu memberikan kartu nama Anda.

Meskipun termasuk tindakan kecil, cara ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi bisnis.

Hal ini karena kartu nama menjadi identitas diri yang memudahkan orang lain menghubungi Anda nantinya.

4.Bangun Interaksi dan Perkuat Komunikasi

Jangan hanya aktif untuk melakukan interaksi pada satu golongan tertentu saja, Anda juga harus bersikap terbuka dan aktif serta bergabung dengan berbagai komunitas lainnya meskipun tidak terkait dengan bisnis yang dijalankan.

Dengan begitu, Anda bisa membuka peluang selebar mungkin untuk bisa membangun dan menambah relasi bisnis.

5.Pahami Kebutuhan Relasi Juga

Tiap-tiap orang tentu saja memiliki kebutuhan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Dengan menyadari kondisi tersebut, tentu saja bisa menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menciptakan peluang besar.

Jika mengetahui kebutuhan setiap orang yang Anda kenal, Anda bisa menjadi pihak yang nantinya berperan sebagai penghubung. Hal inilah yang bisa membuat relasi bisnis Anda terus bertambah.

6.Selalu Menampilkan Citra yang Low Profile

Jangan pernah sekalipun meremehkan orang lain. Sebab bisa saja orang-orang tersebut memiliki keluarga atau teman yang bisa saja membantu kelancaran bisnis yang Anda jalankan.

Untuk itu, tanamkan dalam diri Anda untuk menyakini semua orang yang Anda kenal memiliki potensi tersendiri yang dapat mengembangkan bisnis Anda.

7.Jaga Terus Komunikasi

Lakukan pendekatan kepada orang-orang kenalan Anda dengan cara menjalin komunikasi yang baik.

Saling menghormati tentunya akan membuat orang-orang yang Anda temui menjadi nyaman dan merasa dihargai.

Bentuk komunikasi tersebut bisa membuat hubungan yang Anda jalin menjadi lebih awet, bahkan membuat relasi Anda lebih berkembang sehingga memberikan keuntungan untuk Anda nantinya.

8.Hindari Bersikap Malu-Malu

Jangan pernah bersikap malu-malu dalam membangun hubungan dengan orang baru kalau ingin bisnis Anda berkembang dan maju.

Lakukanlah hal-hal sederhana. Mulai dari berbicara lewat telepon, mengajak makan, hingga sikap-sikap yang dapat menarik calon rekan bisnis anda.

Yang terpenting dalam menambah relasi bisnis adalah take action.Jangan pernah bersikap pasif yang hanya akan membuat Anda kehilangan banyak peluang yang bisa menambah relasi bisnis.

 

 

Sumber: kompas.com

Tips Bekerja Efektif dari Rumah

Bekerja tidak melulu harus di kantor. Di rumah Anda juga bisa bekerja. Namun, orang-orang yang bekerja di rumah terkadang lebih ceroboh. Hal ini dikarenakan tidak adanya pengawasan dari atasan. Lingkungan kerja juga tidak formal.

Jika malas dan sering menunda-nunda waktu sudah menjadi kebiasaan. Untuk berpindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan selanjutnya pun tidak bersemangat karena malas. Sehingga, hasil yang didapatkan pun tak maksimal. Tak berjalan sesuai apa yang diharapkan.

Agar kebiasaan bermalas-malasan bisa dikikis, Anda perlu melakukan beberapa kiat. Berikut adalah kita bekerja efektif walaupun berada di rumah:

1. Menentukan Jadwal Kerja

Work schedule atau jadwal kerja menjadi hal yang sangat penting. Tujuannya tak lain agar pekerjaan lebih teratur. Adanya jadwal kerja membuat Anda tahu apa yang harus dikerjakan hari ini. Sehingga tidak keteteran atau bahkan terlalu bersantai ria.

Jika belum mempunyai jadwal kerja, cobalah untuk membuatnya. Anda harus disiplin pada jadwal kerja yang dibuat agar hasilnya maksimal. Lakukan perbandingan antara yang dulu dan yang sekarang. Manakah yang lebih baik? punya jadwal kerja atau tidak?

2. Membangun Niat

Sifat malas kerap kali menghantui. Serajin apapun Anda, pasti sifat ini sering menghantui. Jika tergoda, rasa malas pun akan menghantui diri sepanjang waktu. Sehingga jadwal kerja yang telah dibuat hanya pajangan semata. Untuk mengatasinya, Anda harus membangun niat dalam diri.

Tumbuhkan rasa ingin bekerja yang tinggi agar pekerjaan cepat selesai. Keinginan untuk berkumpul bersama teman dikesampingkan terlebih dahulu. Agar tetap fokus pada apa yang dikerjakan.

Niat ini dibangun dari dalam diri sendiri. Jika Anda saja tidak berniat, bagaimana pekerjaan dapat terlaksana sesuai harapan?

3. Jangan Lupa Motivasi Diri Sendiri

Meskipun bekerja di rumah, rasa lelah tak dapat dihindari. Beban pikiran, beban kerja, dan beban keluarga dapat membuat stres. Alhasil, Anda menjadi malas untuk bekerja. Mungkin lebih baik tidur seharian ketimbang bekerja mengurusi tumpukan kertas di meja kerja.

Jika rasa lelah muncul, sebisa mungkin untuk memotivasi diri sendiri. Tanpa adanya motivasi, sifat malas ini tidak dapat dihilangkan. Jika menemukan kegagalan, motivasi diri dengan lebih keras lagi. Jangan pernah lelah berhenti untuk memotivasi diri sendiri. Kalau bukan Anda yang memotivasi diri sendiri, siapa lagi?

4. Menyulap Suasana Rumah seperti Kantor

Siapa bilang bekerja di rumah hasilnya tidak maksimal? Hal ini sangat mungkin terjadi jika niat dan motivasi telah berhasil dibangun dalam diri sendiri. Selain itu, ada hal yang tak kalah pentingnya yaitu menyulap suasana rumah seperti kantor. Cara ini sangat efektif untuk membangun semangat kerja. Karena suasananya berbeda, Anda jadi merasakan rumah seperti kantor. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan. Apalagi jika harus menunda waktu untuk bekerja.

Jika mempunyai ruangan yang tidak dipakai, Anda bisa menyulapnya menjadi kantor pribadi. Sesuaikan warna dinding dan semua perlengkapan menyerupai kantor. Jangan lupa untuk menambahkan pendingin ruangan agar suasananya persis sama.

5. Tidur yang Cukup

Langkah terakhir ialah tidur yang cukup. Kerja lembur memang tak bisa dihindarkan, namun bukan berarti tidak bisa tidur dengan cukup. Untuk mencegah rasa kantuk, Anda bisa tidur lebih cepat. Sehabis pulang lembur, mandi, dan langsung bentangkan diri di tempat tidur.

Tidur yang cukup membuat untuk lebih bersemangat keesokan harinya. Tak hanya itu, Anda juga bisa bangun lebih bagi. Alhasil, banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Anda juga akan kelihatan lebih produktif ketimbang pegawai lainnya.

 

 

 

Sumber: cermati.com

Tips Berkomunikasi dengan Pelanggan Via Media Sosial

Selain digunakan untuk kegiatan pemasaran, banyak juga UKM yang menggunakan media sosial untuk memperluas proses layanan pelanggan. Banyak pemilik UKM yang telah mampu menciptakan akun media sosial yang tidak hanya digunakan untuk mempromosikan bisnis, tapi juga bertindak sebagai portal layanan pelanggan utama.

Memang tidak sedikit pula pemilik UKM yang menghindari menggunakan media sosial. Namun sekarang mereka dipaksa hadir oleh pelanggan mereka sendiri saat pelanggannya meninggalkan ulasan, kritik, dan pujian tentang perusahaan di Facebook, Twitter, Google+ dan lainnya.

Bukan hanya merek besar yang mendapat cuitan di situs media sosial untuk masalah produk dan layanan, tapi semua bisnis. Kabar baiknya adalah Anda dapat memperluas praktik layanan pelanggan dengan menciptakan kehadiran di situs media sosial, sekaligus mengembangkan rencana yang berfokus untuk memberikan layanan pelanggan yang prima.

Berikut 3 tips yang dapat digunakan dalam rencana media sosial Anda yang berfokus pada layanan pelanggan, yang nantinya akan membantu Anda memperbaiki dan memperkuat hubungan pelanggan sekaligus melindungi reputasi perusahaan Anda.

Gunakan alat pencarian

Agar dapat menggunakan media sosial untuk memberikan layanan pelanggan, Anda perlu mengetahui apa yang pelanggan katakan tentang bisnis Anda. Ada banyak alat di luar sana yang bisa Anda gunakan untuk melacak sebutan nama perusahaan atau produk. Coba pasang kata kunci di Google Alerts dan kemudian tinjau hasilnya secara konsisten.

Jawab segera

Kebanyakan situs media sosial bersifat publik. Jadi begitu ada keluhan pelanggan, sangat pentingbagi Anda untuk bertindak cepat. Tak peduli bagaimana perasaan Anda tentang keluhan tersebut, Anda perlu member tanggapan secara terbuka dan segera!

Ini akan membantu Anda mengatasi masalah ini dari mata publik, sehingga Anda dapat bekerja sama dengan pelanggan tersebut untuk mengatasi masalah ini. Jangan lupa menindaklanjutinya untuk memastikan pelanggan senang saat masalah mereka teratasi. Jika beruntung, pelanggan akan memposting lagi tentang layanan pelanggan hebat yang diterima.

Dengarkan

Dalam hal layanan pelanggan, Anda bisa bersikap proaktif dalam hal layanan pelanggan. Tambahkan kata kunci tentang produk dan layanan Anda di situs pencarian dan dengarkan apa yang orang katakan. Ini bisa menjadi cara yang hebat untuk menemukan calon pelanggan yang membutuhkan apa yang Anda tawarkan. Begitu Anda melakukannya, jangkau dan tawarkan solusi pada masalahnya. Plus, mendengarkan apa yang dikatakan pelanggan tentang industri dan bahkan persaingan di bidang bisnis yang Anda jalani bisa menjadi cara terbaik untuk mengumpulkan informasi dari target pasar yang dapat digunakan untuk memperbaiki produk dan layanan Anda.

Saat Anda memulai, ingatlah bahwa konsistensi dan profesionalisme adalah 2 faktor terpenting yang ikut bermain saat Anda menggunakan media sosial untuk layanan pelanggan. Jika Anda mengingatnya, mungkin Anda akan terkejut betapa mudahnya berbicara dengan pelanggan lewat cara baru ini.

 

 

 

Sumber: cermati.com

-->