Membangun brand untuk sebuah perusahaan, baik layanan produk ataupun jasa merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Setiap perusahaan pun mempunyai strategi masing-masing untuk meningkatkan performa bisnisnya. Namun sebelumnya, Anda harus memahami terlebih dahulu apa itu pengertian brand, branding, dan rebranding.

Melansir dari Investopedia, melalui Glints, brand adalah identitas, logo, nama dari sebuah perusahaan untuk membedakan mereka dengan produk yang lain. Bisa dikatakan, brand adalah wajah dari sebuah perusahaan, sehingga sangat wajar apabila perusahaan memperjuangkan agar brand nya mempunyai citra positif di masyarakat, terutama di mata para pelanggan. Sedangkan branding adalah aktivitas atau upaya untuk menciptakan sebuah brand.

Lalu, bagaimana apabila brand perusahaan Anda tiba-tiba mengalami masalah sehingga menyebabkan citra yang negatif bagi perusahaan? Apabila terjadi kasus seperti itu, perusahaan Anda wajib melakukan rebranding. Melansir dari Market Business News, rebranding adalah proses yang dilakukan perusahaan untuk mengubah citranya, baik itu dari logo, nama, simbol atau bahkan perubahan semua aspek.

Rebranding tidak hanya dilakukan apabila perusahaan mendapatkan citra negatif dari masyarakat karena suatu masalah, akan tetapi bisa juga bertujuan untuk bersaing dengan kompetitor, karena persaingan bisnis dari waktu ke waktu yang semakin kompetitif.

baca juga: Perbedaan Marketing dan Branding

Strategi Rebranding

Kemudian, timbul pertanyaan, bagaimana strategi untuk melakukan rebranding agar berhasil? Berikut ini rangkuman dari beberapa sumber mengenai strategi rebranding yang bisa Anda terapkan:

1. Melakukan Evaluasi

Keputusan untuk melakukan rebranding tentu harus berdasarkan dari hasil evaluasi terlebih dahulu, bagaimana keadaan perusahaan saat ini? apakah perlu untuk melakukan rebranding? Tentukan alasannya, mengapa perusahaan Anda membutuhkan rebranding, dan apa tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan setelah melakukan rebranding.

2. Identifikasi Strategi

Melansir dari Hubspot, https://www.hubspot.com/ melalui Glints, apabila perusahaan Anda akan melakukan rebranding harus mengidentifikasi strateginya dahulu. Apakah akan melakukan rebranding parsial atau total? Rebranding parsial lebih berfokus pada perubahan brand yang dilakukan hanya sebagian, misalnya hanya perlu melakukan perubahan logo ataupun tagline saja. Sedangkan rebranding total adalah perubahan secara keseluruhan yang mencakup identitas perusahaan, visi, misi, dan value perusahaan.

3. Membangun Pasar dan Konsumennya

Dengan melakukan riset pasar dan konsumen akan membantu Anda mengetahui target pasar yang tepat. Riset konsumen juga diperlukan untuk mempertahankan customer loyalty dan mendapatkan pelanggan baru yang lebih banyak lagi dari sebelumnya.

4. Lakukan Riset Perusahaan Kompetitor

Dari waktu ke waktu persaingan di dunia bisnis semakin meningkat dan sangat kompetitif. Maka dari itu, melakukan riset terhadap kompetitor sangat diperlukan untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya. Dengan demikian, Anda bisa menemukan celah untuk masuk ke dalam pasar kompetitor dan mempunyai peluang untuk lebih unggul dari kompetitor.

Itulah beberapa penjelasan singkat seputar rebranding. Apabila perusahaan Anda membutuhkan jasa konsultan branding dan marketing, Kreativa Communication siap membantu Anda untuk membangun brand positif bagi perusahaan Anda.