Zaman Apa Setelah Ini?

Oleh: Iman Sulaeman

Ketika Anda hidup di musim berburu, Anda akan merasa aneh ada orang yang menggali tanah, memasukan biji-bijian ke dalam tanah. Saat itu Anda tidak melihat apapun, biji tertimbun tanah. Waktu berlalu, Anda akan terperangah, ternyata ada mahluk baru yang muncul dari dalam tanah. Saat panen, Anda lebih terkagum-kagum, karena makanan yang dihasilkan jauh lebih banyak dari yang Anda hasilkan ketika berburu.

Begitu zaman berganti, Anda akan menyadari 90 % pemburu pensiun dan beralih menjadi petani. Zaman pertanian bergulir, Anda menikmati hasil panen berlimpah, sehingga Anda puas dengan hasilnya yang maksimal. Namun Anda akan kembali terperangah, bantalan-bantalan mesin berjalan cepat sesuai alur sehingga membuat makanan yang dihasilkan lebih banyak, lagi lebih cepat.

“Lalu bagaimanakah Anda?”

Zaman industri pun datang, dan 90 % para petani tidak lagi bangga dengan pertanian mereka. Anak anak mereka dikirim ke kota untuk bisa mengendalikan mesin, mencetak barang dan mengahasilkan untung yang lebih banyak. Bagi yang tidak mampu bersaing akan pensiun dini.

Akan tetapi zaman industri ternyata bukanlah akhir. Tiba tiba Nokia goyang, Ford terancam. Kedigdayaan mesin industri rontok. Anak anak muda dari silicon valley tiba-tiba begitu berkuasa. Informasi menjadi kekuatan, tombol “share” menjadi simbol revolusi baru zaman informasi. Dan anak-anak muda ini menjadi lebih kaya dari pelaku industri lain.

“Saya yakin, ini bukan yang terakhir. Kira-kira zaman apa setelah ini?”

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *