Begitu Mengalami Ini, Rehatlah Sejenak dari Media Sosial

Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan, tidaklah baik. Hal ini juga berlaku dalam penggunaan media sosial. Jika telah terbiasa menghabiskan banyak waktu untuk beraktifitas di media sosial dan tidak lagi bisa mengatur porsi yang wajar untuk hal tersebut, bisa jadi kamu telah kecanduan dan sulit berhenti.

Hal seperti ini sangat merugikan. Bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan bagi orang-orang terdekat kamu juga. Bagaimana kamu bisa mengatur waktu dalam porsi yang tepat jika ternyata sebagian besar waktu kamu telah tersita untuk aktivitas di media sosial?

Jika merasa media sosial telah menyita terlalu banyak waktumu, sudah saatnya kamu berhenti dan kembali menata diri menjadi lebih baik lagi saat ini. Berikut ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan kamu harus rehat sejenak dari media sosial.

1. Tak bisa lepas dari Ponsel
Ponsel menjadi salah satu perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses media sosial, mengingat ukurannya mungil dan mudah dibawa ke mana-mana. Jika telah begitu tergantung pada ponsel dan tak lagi bisa lepas dari perangkat yang satu ini, sudah waktunya kamu rehat dari media sosial.

Ada banyak orang yang secara tidak sadar selalu membawa ponsel mereka ke mana saja. Bahkan, membawanya ke ranjang tidur ketika waktunya tidur. Hal seperti ini bukan hanya buruk, melainkan juga mengurangi tingkat kepedulian kepada lingkungan sekitar.

2. Sering Menunda dan Mengacaukan Rencana yang Sudah Ada
Apa yang akan kamu lakukan besok? Ke mana saja kamu seharian ini? Hal seperti ini menjadi penting untuk direncanakan agar harimu bisa dilalui dengan maksimal tanpa ada waktu yang terbuang sia-sia. Namun, jika hal-hal tersebut telah menjadi sebuah kegiatan yang sulit dilakukan, kamu telah memiliki masalah dalam mengatur waktu dan agenda harian kamu.

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas di media sosial sehingga kamu tidak lagi mengingat berbagai kegiatan prioritas lainnya yang harus kamu kerjakan. Jika terus seperti ini, kehidupanmu bisa jadi berantakan.

3. Tidak Memiliki Waktu untuk Sahabat dan Keluarga
Sibuk seharian dan “tenggelam” dalam aktivitas media sosial, bahkan tidak memiliki waktu untuk sahabat dan keluarga. Jangankan bersenda gurau dengan mereka, kamu bahkan tidak sempat untuk sekadar menyapa atau menyambangi mereka di rumah.

Bisa jadi kamu akan menemui teman-temanmu di media sosial tanpa pernah sempat menemui dan menghabiskan waktu untuk sekadar menikmati secangkir kopi bersama. Yang lebih buruknya lagi, kamu jarang bertemu dengan anggota keluargamu. Padahal, kamu tinggal di rumah yang sama. Apa kamu juga ingin bertemu mereka lewat media sosial juga?

4. Kecanduan posting
Kehidupan pribadi seharusnya dipisahkan dari media sosial, mengingat hal ini bukan konsumsi publik. Kamu harus bisa memahami hal tersebut dengan baik agar tidak kebablasan untuk selalu mem-posting apa pun tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidupanmu.

Jika terbiasa selalu posting semua hal tanpa disaring, berbagai hal yang pribadi sekalipun bisa saja terpampang di media sosial. Bukan hanya bagi dirimu sendiri saja, melainkan hal ini bisa saja merugikan orang-orang terdekat kamu, seperti teman ataupun keluarga.

5. Tidak Fokus Kerja dan Mudah Stres
Sudah bekerja dan memiliki kesibukan yang tinggi, tetapi masih selalu sibuk di media sosial sepanjang hari. Hal seperti ini bisa saja merugikan diri kamu sendiri dan membuat pekerjaan berantakan. Tak ada larangan untuk menggunakan media sosial selama kegiatan ini dilakukan dalam porsi yang wajar.

Namun, jika kamu selalu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk kegiatan ini, berbagai pekerjaan dan deadline bisa jadi berantakan dan tidak selesai dengan baik. Bukannya memberi dampak baik, media sosial akan membuatmu stres dan kemungkinan kehilangan pekerjaan.

6. Mood yang Tidak Stabil
Media sosial memberi banyak kemudahan, termasuk untuk mencari tahu aktivitas teman, bahkan mantan. Hal ini bisa menjadi musibah untuk jika ternyata kamu termasuk orang yang mudah terbawa emosi.

Terlalu sering melihat aktivitas orang-orang terdekat di media sosial bisa saja membuat harimu selalu berantakan, terutama jika kamu termasuk orang yang memiliki emosi yang tidak stabil. Mood kerjamu bisa saja berubah dan tidak baik sepanjang hari sehingga harimu menjadi begitu berat dan melelahkan. Yang rugi kamu sendiri, bukan?

7. Tidak Punya Waktu untuk Hobi
Kamu senang membaca buku, memasak, atau sekadar berkebun di halaman rumah. Itu dulu. Saat ini sudah tidak lagi karena media sosial begitu menggoda. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermedia sosial, bisa jadi kamu tidak akan mengingat lagi kapan terakhir menikmati hobi.

Hal ini terbilang sangat buruk, mengingat hobi adalah sesuatu hal yang menyenangkan dan selalu akan membuat kita bahagia ketika melakukannya. Lalu, bagaimana bisa kamu melupakannya untuk waktu yang terbilang lama?

8. Sulit Fokus pada Satu Titik
Setiap orang memiliki rencana dan target tertentu yang ingin mereka capai dalam hidup. Hal ini biasanya akan dibarengi dengan sejumlah langkah dan waktu penyelesaian yang jelas.

Namun, jika kamu begitu sulit dan bahkan tidak bisa lagi fokus pada target yang dimiliki, kamu telah terlalu banyak menggunakan waktu untuk berbagai hal lainnya yang tidak terlalu penting. Media sosial akan menyita banyak waktu dan juga perhatian sehingga kamu mengalami kesulitan untuk sekadar fokus pada hal-hal yang penting di dalam hidup.

9. Lebih Banyak Diam daripada Bergerak
Kapan kamu terakhir berolahraga? Bermain dengan keponakan atau sekadar ikut menyiapkan makan malam? Dengan menghabiskan banyak waktu untuk bermedia sosial, kamu akan jarang bergerak dan melakukan banyak hal. Kamu menjadi lebih senang diam sambil ditemani gadget atau bahkan mengurung diri di kamar dan tenggelam dalam aktivitas media sosial yang tak pernah sepi.

Kegiatan ini akan menyita banyak waktu dan tenaga sehingga kamu tidak tertarik untuk melakukan berbagai hal, bahkan untuk beranjak dari layar gadget-mu dan bergerak untuk aktivitas lainnya.

 

 

 

Sumber: cermati.com