Strategi Membangun Brand Image

Brand adalah sebuah identitas. Keberadaannya menjadi begitu penting, sebab ia amat berperan dalam menjaring konsumen loyal. Berikut beberapa yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah brand image.

  1. Simpel dan bermakna

Pilihlah nama yang simpel, agar mudah diucapkan dan diingat. Selain itu, ada baiknya memilih nama brand yang memiliki arti tertentu. Bila tak ingin repot, kita juga bisa menggunakan nama sendiri  menjadi nama brand, seperti yang dilakukan brand-brand ternama, seperti Yves Saint Laurent dan lainnya.

  1. Gunakan logo

Ciptakanlah sebuah logo visual yang sesuai dengan produk dan brand produk . Logo ini dapat membantu brand yang diciptakan  agar terkesan lebih mewah dan istimewa.Dengan logo juga menjadi identitas dari bisnis yang sedang kita kembangkan

  1. Menyasar target pasar yang tepat

Hal lain yang tak kalah penting adalah menentukan target market, yakni siapa sasaran utama bisnis kita?. Bila  memilih target market menengah ke atas, tentu image yang mesti dibentuk adalah sebuah produk mewah. Tidak ada produk dewa yang bisa tepat untuk semua golongan. Karena, kedua pasar ini sulit digabungkan.

  1. Promosi sesuai sasaran

Setiap pengusaha tentu ingin produknya menjadi pembicaraan dan dipuji banyak orang. Tetapi, bagaimana bisa dibicarakan bila tak ada yang mengenal produknya? Trik yang selalu digunakan oleh para marketer adalah dengan teknik promosi. Bukan sembarang promosi, melainkan promosi yang tepat sasaran. Pilih orang-orang yang berpengaruh di kelompoknya untuk mengenal produk kita. Beri dia sampel gratis atau ajak dia mencoba produk kita. Bila ia menyukainya, dengan mudah produk kita akan dikenal luas. Selain itu, kita juga perlu menggelar event khusus untuk memperkenalkan brand yang sedang kita bangun.

  1. Mendompleng ketenaran

Cara ini juga bisa digunakan, dan cukup mudah agar produk kita segera dilirik konsumen adalah membuat produk kita digunakan oleh selebriti atau public figure saat acara pesta atau event sosial lainnya. Karena biasanya apa yang dikenakan oleh public figure akan segera menjadi perhatian banyak orang.

  1. Pengenalan produk

Sebagai produk dengan brand baru tentu belum banyak dikenal orang. Pada saat merilis produk tersebut ke pasar, ada baiknya Anda menjelaskan secara detail kepada para calon customer tentang produk tersebut, dari bahan baku, proses pembuatan, hingga manfaatnya. Jangan lupa, paparkan juga keunikan dan keunggulan yang kita  dimiliki.

  1. Berteman dengan media

Hmmmm tau doong  media memiliki efek sangat besar untuk memengaruhi penilaian masyarakat? Jadi, jangan hanya duduk berdiam diri dan berharap media akan mencari . Kirimkan press release dan contoh produk atau undangan untuk menghadiri peluncuran produk. Bila perlu,  juga bisa meminjamkan beberapa produk untuk mendapat review khusus dari media.

  1. Pelayanan khusus

Sebuah brand berkualitas biasanya selalu memiliki customer VIP. Berikan pelayanan khusus, karena mereka inilah yang biasanya menjadi orang pertama yang bersedia membeli produk kita

Kita bisa menjalin komunikasi dengan cara selalu mengirimkan informasi tentang desain atau produk terbaru. Entah itu dengan kartu member, milis khusus, atau SMS info. Buat mereka merasa dihargai.

  1. Bangun sinergi

Ikutlah program afiliasi atau kerja sama dengan produk atau brand lain. Misal, dengan membeli produk kita, maka pembeli akan mendapatkan potongan harga untuk produk B dari brand lain. Atau cara lain, bergabunglah dalam event-event dan ajukan diri sebagai  sponsor. Makin sering  ikut event, maka makin cepat brand kita dikenal.

Kita juga dapat membuat event sendiri dengan bersinergi bersama produk atau brand lain, mulai dari event event kecil, misal jika produk kita adalah fashion, kita dapat membuat program event mis Fashion show, dll jika produk kita adalah produk bayi, bisa buat lomba bayi sehat, lomba photo baby dll

  1. Saingan? No Problem

“Persaingan itu diperlukan untuk kita selalu bisa berinovasi dan menguntungkan konsumen,”  persaingan membuat kita dan si pesaing berlomba-lomba memperbaiki kekurangan dari produk atau jasa. Jika kita menyasar kepada konsumen kelas atas, maka kita harus  mencoba untuk bermain dan menambahkan di nilai tambah (added value) produk.

Nilai tambah ini,  bisa didapat dari tiga hal, yakni lewat content (performa produk), context (presentasi atau kemasan, layanan, desain interior, atau suasana), dan infrastructure (kemudahan akses).

Jangan lupa untuk terus mengevaluasi ulang hasil promosi dan branding yang sudah kita lakukan secara berkala. Perhatikan cara yang kitalakukan, apakah sudah sesuai target market atau belum, agar brand yang kita bangun dapat terus bergerak dan semakin dikenal banyak orang.

 

Sumber: irmasustika.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *