Misteri

Oleh: Adhy Trisnanto

Berada dalam sebuah perahu motor di tengah laut, dengan deburan air yang tersibak di belakang perahu, dan sejauh mata memandang hanya tampak air laut yang terbentang luas, menjadikan kita merasa kecil di tengah keperkasaan alam. Bukan saja sebagai dampak dari perbandingan ukuran kita di tengah samudera luas, tetapi juga dari guncangan dan hempasan yang terjadi ketika perahu mencoba menerobos air dan ombak. Bahwa perahu bergerak atas kehendak alam, itu masih lumrah. Tapi ternyata manusia juga dibuat tidak berdaya, membuktikan laut demikian perkasa.

Sebuah stasiun teve berbayar pernah menyajikan tontonan yang merekam peristiwa hujan dalam kecepatan super lambat. Benar-benar mempesona. Butiran air bening terlihat bergerak jatuh, dan ketika tiba di genangan air, yang terlihat dalam rekaman adalah sebuah benturan yang sangat dahsyat: butir air hujan tadi terlihat melesak masuk, dan butir-butir air genangan yang terdesak muncrat ke segala arah. Bayangkan betapa besar enerji air yang mendesak masuk. Acara itu menguatkan pendapat saya tentang air sebagai zat yang perkasa, yang seakan terdiri dari suatu lapisan nirwarna yang padat lagi ulet tapi lentur.

Masaro Emoto, seorang ilmuwan Jepang selama bertahun-tahun melakukan penelitian tentang air. Hasil penelitiannya telah diuraikan secara popular dalam bukunya The Miracle of Water, dan The True Power of Water. Buku ini sudah bisa kita baca terjemahannya di bawah judul Mukjizat Air. Air, menurut penelitian DR. Masaro Emoto ternyata memiliki sifat-sifat yang luar biasa. Antara lain, air bereaksi seturut perilaku kita. Sang doktor kemudian memvisualkan reaksi air atas berbagai sikap kita. Misalnya, air yang kepadanya kita bacakan doa, ternyata menghasilkan visual yang sangat indah dan beraturan. Sebaliknya ketika kita marah, visual yang muncul adalah bentuk yang tak beraturan. Padahal seisi alam ini masing-masing punya kandungan air.

Misalnya tubuh kita, memiliki kandungan air sekitar 80%. Bahkan otak dan darah kita memiliki kandungan air di atas rata-rata, yaitu 90% dan 95%! Sebuah media sosial baru-baru ini melaporkan video 3 dimensi visualisasi otak yang mempertontonkan visual sumber dan konektivitas data. Visual yang dihasilkan benar-benar menakjubkan: kilatan-kilatan cahaya terang berseliweran. Rumit, tapi indah, dan teratur.

Semuanya tadi adalah ciptaan Allah SWT yang benar-benar menakjubkan. Ilmu pengetahuan berhasil membuka misteri alam semesta sedikit demi sedikit. Kebesaran Allah makin menyadarkan betapa kerdilnya kita di tengah hamparan ciptaanNya. Seharusnya kita jadi malu atas kepongahan kita ketika merasa tahu tentang sesuatu. Padahal yang kita ketahui sebenarnya baru senoktah sangat kecil dari misteri alam semesta. Untuk menjadi rendah hati, rasanya kita tidak harus punya laboratorium seperti DR. Masaro Emoto. Dengan membaca alam dan mentafakurinya insya Allah kita bisa mendapatkan temuan-temuan kecil yang tetap saja sering membuat kita terperangah. Coba saja mulai dengan hal-hal “kecil”, kenapa mata bundar, apa peran kulit kita, atau apa benar tanah kotor. Siapa tahu merenungkan hal-hal demikian akan makin mendekatkan kita kepada Allah SWT, dan membuat kita berusaha keras membalas cintaNya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *