Mimpi Malam Mimpi Siang

Oleh: Adhy Trisnanto

Dalam pengertian biasa, mimpi selalu berhubungan dengan tidur. Mimpi disebut bunga tidur. Sama halnya dengan bunga, bisa bau wangi seperti mawar atau melati, bisa bau busuk kayak bunga bangkai. Mimpi indah dan mimpi buruk sama-sama suka ditafsir-tafsirkan. Yang indah supaya makin menyenangkan, yang buruk supaya tidak benar-benar menimpa kita. Namanya juga tafsir, jadi tidak ada jaminan benar-benar akan terjadi sebagaimana ditafsirkan. Orang yang sering mendapat mimpi tidak bisa mengelak dari mimpi-mimpinya. Orang yang susah mendapat mimpi pengen banget mimpi tapi mimpinya tak kunjung tiba juga. Mimpi tidak bisa dihindari, tapi tidak bisa juga diharapkan. Kedatangannya nyelonong saja, di saat kita tidak sadar.

Tapi ada mimpi yang lain: mimpi di saat kita sadar. Ini mimpi yang lain, yang memang perlu kita rajut. Merajut mimpi. Mengangan-angankan suatu keadaan di masa depan, tentu saja keadaan yang lebih baik. Mimpi semacam ini membuat kita punya tujuan, suatu perubahan keadaan yang kita harapkan akan terjadi di masa depan. Karena ada tujuan maka minimal tujuan itu bisa mengarahkan kita, membuat langkah kita lebih pasti: mau ke kiri atau ke kanan. Bukan saja mengarahkan tapi juga memotivasi, menjadi dorongan agar kita berusaha mencapai tujuan itu.

Kalau dipikir-pikir, dunia ini berkembang karena mimpi-mimpi semacam itu. Mimpi-mimpi dari para pemimpi yang menginginkan perubahan. Karena mereka benar-benar berusaha mewujudkan mimpinya maka mereka disebut orang-orang besar. Riwayat hidupnya dibukukan, dan dibaca orang banyak di seluruh dunia. Semangatnya menyemangati orang-orang lain. Orang-orang besar itu mungkin banyak melakukan percobaan-percobaan, yang bagi orang lain di sekitarnya bisa saja cuma dicemooh, dikira orang gila… Mungkin juga mereka banyak merenung, merenungkan segala sesuatu yang buat orang lain bahkan mikir aja ogah.  Orang baru bisa menghargai setelah mimpi besar tadi mempunyai bentuk, memberi manfaat. Mereka membuat perubahan-perubahan, perubahan-perubahan berskala besar.

Kita masing-masing bisa membuat mimpi-mimpi juga. Mungkin berskala kecil untuk ukuran masyarakat, tapi bisa jadi berskala besar untuk keluarga, atau lingkungan sekitar. Banyak banget hal yang bisa dimimpikan: jaminan kesehatan di hari tua besok, sekolah anak kita yang lebih dari kita, kamar tidur sendiri untuk anak kita yang beranjak besar, membuat industri rumah tangga kecil-kecilan, kampung yang bersih, lingkungan yang aman, dan lain-lain, dan lain-lain. Tentu saja semuanya itu bisa berhenti hanya sebagai khayalan, tapi bisa saja kemudian menjadi fokus kita untuk dicapai. Setiap kali capaian berarti perbaikan tertentu dari keadaan sebelumnya. Kalau saja kita punya serentetan mimpi-mimpi kecil, itu berarti jadi semacam batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar.

Abaikan mimpi malam, rajutlah mimpi siang…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *