Mengapa Bisnis Anda Gagal?

Banyak bisnis yang gagal bahkan ketika usianya baru beberapa tahun. Usaha tersebut akhirnya hanya menghabiskan modal saja dan kemudian gulung tikar. Lalu kira-kira mengapa bisnis itu cepat sekali gulung tikar dan gagal? Dikutip finance.detik.com berikut penyebab kegagalan bisnis.

 
1. Tidak melakukan riset pasar

Misalnya Anda berniat membuka sebuah perusahaan es krim, semua modal sudah disiapkan dan niatan Anda sudah bulat. Tapi Anda tidak bisa melihat kenyataan bahwa sekarang ini musim hujan, saat orang membutuhkan makanan yang hangat dan bukan sebaliknya. Selain itu, dengan banyaknya merek-merek es krim di luar sana, kompetisi anda menjadi semakin berat.

Kesalahan-kesalahan seperti inilah yang membuat Anda kalah sebelum bertanding. Anda harus bisa mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksa produk Anda masuk ke pasar. Akan lebih mudah menyediakan sesuatu yang dibutuhkan daripada harus membuat sesuatu yang baru dan memaksa orang mengeluarkan uang untuk itu.

2. Rencana bisnis yang kurang matang

Sebuah rencana yang solid dan realistis sangatlah mutlak dibutuhkan dalam sebuah bisnis. Dalam rencana itu, Anda harus memuat target yang masuk akal, bagaimana mencapai target tersebut, prediksi masalah yang akan menghadang, serta bagaimana menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam mencapai target tersebut, Anda harus banyak melakukan riset dan survey. Rencana tersebut juga harus memuat biaya yang diperlukan untuk bisnis serta strategi dan jadwal operasional. Anda harus jalankan seluruh rencana dengan baik.

Jika Anda mencoba melenceng dari rencana awal, misalnya menambah pengeluaran atau mengganti strategi, Anda bisa berujung pada kegagalan. Kecuali jika Anda menemukan masalah yang diprediksi bisa membunuh bisnis Anda, jika tidak, tetaplah pada rencana semula.

Anda juga harus bisa cepat mengubah keputusan, jika ada masalah segera cari solusinya, jika pengeluaran membengkak segera berhemat. Semakin banyak masalah akan semakin tinggi potensi gagalnya bisnis Anda.

3. Tidak punya akses tambahan modal

Jika Anda baru saja membuka usaha dan ternyata tidak berjalan dengan baik, apalagi modal seret dan bisnisnya sudah di ambang kematian, Anda berada dalam posisi yang tidak bagus untuk mencari pinjaman.

Untuk mencegah hal itu terjadi, dari awal Anda harus realistis, gunakan modal yang ada untuk bisa mencapai target yang sudah ditentukan sehingga membuat arus kas terus mengalir. Terlalu banyak memikirkan pinjaman untuk modal dalam membuka bisnis bukanlah awal yang baik.

4. Lokasi yang buruk, tidak eksis di internet dan kurang penjualan promosi

Lokasi yang buruk sudah barang tentu menjadi faktor negatif bagi bisnis, terutama yang mengandalkan pelanggan para pejalan kaki. Tapi, saat ini ada yang lebih penting, yaitu eksistensi di dunia maya. Eksistensi bisnis Anda di internet dan jejaring sosial sama pentingnya dengan lokasi asli di dunia nyata.

Dengan begitu, pelanggan akan mengetahui bisnis Anda dengan cepat sehingga lebih mudah mendapatkan pelanggan yang benar-benar butuh akan bisnis Anda. Langkah selanjutnya adalah mulai melayani mereka.

Eksistensi ini mirip dengan promosi penjualan. Tak hanya harus anda pastikan promosi ini sampai ke pelanggan, tapi juga harus pelanggan yang tepat. Pastikan promosi penjualan Anda lakukan kepada orang yang berminat pada bisnis Anda.

Buatlah orang lain tak hanya menyukai bisnis Anda, tetapi membutuhkan dan menginginkan bisnis Anda tersebut. Dengan demikian, Anda akan membentuk barisan pelanggan yang loyal.

5. Terlena dengan kesuksesan

Setelah Anda merumuskan rencana, menjalankan bisnis dan mendapatkan basis pelanggan, jangan terlalu puas dengan hasilnya. Bisa jadi ini belum waktunya untuk merasa puas. Terus pantau situasi pasar dan cari tahu apakah Anda harus mengubah rencana bisnis. Berada di posisi paling dibutuhkan membuat Anda punya banyak waktu untuk mempertahankan strategi sehingga bisa tetap sukses.

6. Terlalu cepat berekspansi

Jika bisnis Anda sudah mulai berjalan dengan baik dan menuju ke arah sukses, saatnya berekspansi. Tapi, cara Anda memperluas bisnis harus sama seperti membangun bisnis tersebut dari awal. Jangan gegabah dan terlalu percaya diri dalam membuka cabang untuk bisnis anda.

Pastikan Anda menemukan pasar dan daerah yang tepat untuk berekspansi. Jika Anda berencana mendiversifikasi produk, jangan sampai melenceng dari lini bisnis awal, atau Anda akan terjebak dalam membentuk sebuah bisnis baru seperti mulai dari awal lagi.

Jika sebuah bisnis berkembang terlalu cepat dan tidak mengikuti beberapa poin di atas, seperti riset pasar, strategi dan rencana bisnis yang baik, maka bisnis tersebut bisa cepat tenggelam.

 

 

Image: majalahexcellent.com

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *