Branding vs Media Sosial

Apakah sebuah perusahaan harus ikut mengaktifkan media sosialnya? Sementara kita sering menjumpai akun suatu perusahaan yang jarang sekali update, bahkan cuek pada pertanyaan follower yang bisa jadi adalah calon customer.

Oleh karena itu ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh brand, perusahaan ataupun personal branding yang akan ‘hidup’ di media sosial. Menurut @justdira dalam buku “Marketing Cappuccino” berikut beberapa hal itu:

1. Komitmen
Sebuah komitmen bisa dibilang menjadi hal terpenting ketika kita ingin mencapai suatu tujuan. Tentu yang dimaksud adalah komitmen untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Ketika sebuah perusahaan masuk ke dalam sistem yang dalam hal ini adalah ranah media sosial, maka otomatis ia akan terlibat dengan banyak orang di dalamnya. Hal itu menuntut brand tersebut untuk memberikan nilai tambah bagi orang-orang yang menjadi target market brand tersebut.

2. SDM
Media sosial merupakan sarana komunikasi dua arah, sehingga dibutuhkan SDM yang mengelolanya secara fokus dan konsisten. Mau tidak mau sebuah perusahaan harus menambah tenaga baru jika ingin menggunakan media sosial sebagai sarana branding dan menarik customer baru.

3. It’s Being Human
Apa Anda suka berbicara dengan sebuah mesin atau langsung dengan orang? Apa kira-kira yang dirasakan oleh para calon custumer saat engajak diskusi melalui facebook, tapi tak pernah dijawab dan selalu hanya iklan yang muncul di status?

4. Strategi
Apa tujuan dan bagaimana cara mencapainya melalui media sosial? Ini hal pertama yang harus
dipertanyakan oleh sebuah brand sebelum masuk ke dalam media sosial. Jika brand belum bisa mendefinisikan tujuannya dengan jelas, sebaiknya tunda dulu. Meski tentu saja, akun atas nama brand Anda harus dibuat dari sekarang agar tidak diambil oleh orang lain.

 

 

Image: voxpop-media.com

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *