Ingin Menjadi Toko Online Terpercaya? Ini Tipsnya

Tentu banyak suka duka berjualan online. Baik itu bagi para pembelinya, terlebih penjualnya. Nama baik dan image sebagai toko atau penjual online terpercaya sangat penting untuk menarik hati para customer.

Di bawah ini adalah tips untuk menjadi pedagang online yag terpercaya:

1. Foto produk yang jelas
Foto produk adalah hal yang sangat penting ketika Anda memutuskan mempunyai toko online. Sebab dari sanalah apa yang akan Anda jual dapat terdeskripisikan. Buatlah foto produk yang jelas dan oroginal. Jangan sampai Anda menggunakan foto produk milik orang lain atau juga tidak sesuai dengan barang asli yang Anda punya.

2. Jelaskan produk dengan rinci
Jelaskan produk yang Anda jual dengan rinci dan apa adanya. Jangan dilebih-lebihkan juga jangan dikurangi. Biarkan calom pembeli Anda tahu dengan detail produk yang diinginkannya, sehingga ketika mereka menjatuhkan pilihan untuk membeli produk dari toko online Anda, mereka akan puas dan bukan tidak mungkin untuk repeat order lagi dan lagi.

3. Mudah dihubungi
Ketika Anda sudah mencantumkan nomor telepon untuk dihubungi, maka konsekwensinya adalah Anda harus bisa dihubungi kapan saja. Pastikan baterei handphone Anda selalu terisi agar calon pembeli tidak kesulitan menghubungi Anda. Berikan respon yang cepat dan pelayanan yang ramah, sehingga mereka merasa nyaman berinteraksi dengan Anda.

4. Buatlah website toko online Anda secara profesional
Buatlah website toko online Anda secara profesional, sehingga memudahkan para calon pembeli untuk melihat-lihat display barang yang diinginkan dan bertraksasi dengan nyaman.

 

 

 

8 Tips Menambah Relasi Bisnis dari Waktu ke Waktu

Dalam menjalankan bisnis apapun, tentunya membutuhkan relasi agar dapat berjalan sesuai rencana. Tanpa ada relasi, menjadi hal yang sangat sulit kiranya untuk dapat mengembangkan bisnis yang dijalankan.

Untuk itu, pentingnya memiliki banyak relasi bisnis ataupun koneksi bagi perkembangan bisnis.

Untuk menambah relasi bisnis, ada banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan. Yang terpenting adalah aksi yang Anda ambil ketimbang melulu berpikir. Nah, berikut ini tips yang bisa digunakan untuk menambah relasi bisnis.

1.Tahu Apa Yang Jadi Kebutuhan dalam Bisnis

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui terlebih dahulu hal apa saja yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis.

Ketahuilah kebutuhan apa yang bisa Anda dapatkan dari orang lain yang bisa jadi relasi nantinya.

Ketika sudah membangun komunikasi yang baik, yang selanjutnya harus Anda lakukan adalah memperkuat hubungan yang terjalin agar memberikan manfaat positif bagi bisnis nantinya.

Mintalah bantuan dengan cara dan kata yang baik serta jelas kepada relasi.

2.Perlakukan Relasi Sebagaimana Orang-orang Penting

Selanjutnya, Anda perlu mengubah mindset saat ini. Perlakukan setiap relasi yang ada miliki sebagai orang penting.

Dengan bersikap baik dan penuh dengan rasa hormat, relasi Anda merasa betapa berharganya mereka bagi Anda.

Tak menutup kemungkinan relasi tersebut nantinya tanggap dalam memberikan bantuan demi kemajuan bisnis Anda.

3.Jangan Lupa Informasikan Identitas

Keberadaan kartu nama menjadi hal yang paling penting bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis. Dapat dikatakan kalau kartu nama menjadi informasi identitas yang dapat digunakan untuk menambah relasi bisnis.

Saat bertemu dengan partner bisnis yang baru, jangan lupa untuk selalu memberikan kartu nama Anda.

Meskipun termasuk tindakan kecil, cara ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi bisnis.

Hal ini karena kartu nama menjadi identitas diri yang memudahkan orang lain menghubungi Anda nantinya.

4.Bangun Interaksi dan Perkuat Komunikasi

Jangan hanya aktif untuk melakukan interaksi pada satu golongan tertentu saja, Anda juga harus bersikap terbuka dan aktif serta bergabung dengan berbagai komunitas lainnya meskipun tidak terkait dengan bisnis yang dijalankan.

Dengan begitu, Anda bisa membuka peluang selebar mungkin untuk bisa membangun dan menambah relasi bisnis.

5.Pahami Kebutuhan Relasi Juga

Tiap-tiap orang tentu saja memiliki kebutuhan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Dengan menyadari kondisi tersebut, tentu saja bisa menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menciptakan peluang besar.

Jika mengetahui kebutuhan setiap orang yang Anda kenal, Anda bisa menjadi pihak yang nantinya berperan sebagai penghubung. Hal inilah yang bisa membuat relasi bisnis Anda terus bertambah.

6.Selalu Menampilkan Citra yang Low Profile

Jangan pernah sekalipun meremehkan orang lain. Sebab bisa saja orang-orang tersebut memiliki keluarga atau teman yang bisa saja membantu kelancaran bisnis yang Anda jalankan.

Untuk itu, tanamkan dalam diri Anda untuk menyakini semua orang yang Anda kenal memiliki potensi tersendiri yang dapat mengembangkan bisnis Anda.

7.Jaga Terus Komunikasi

Lakukan pendekatan kepada orang-orang kenalan Anda dengan cara menjalin komunikasi yang baik.

Saling menghormati tentunya akan membuat orang-orang yang Anda temui menjadi nyaman dan merasa dihargai.

Bentuk komunikasi tersebut bisa membuat hubungan yang Anda jalin menjadi lebih awet, bahkan membuat relasi Anda lebih berkembang sehingga memberikan keuntungan untuk Anda nantinya.

8.Hindari Bersikap Malu-Malu

Jangan pernah bersikap malu-malu dalam membangun hubungan dengan orang baru kalau ingin bisnis Anda berkembang dan maju.

Lakukanlah hal-hal sederhana. Mulai dari berbicara lewat telepon, mengajak makan, hingga sikap-sikap yang dapat menarik calon rekan bisnis anda.

Yang terpenting dalam menambah relasi bisnis adalah take action.Jangan pernah bersikap pasif yang hanya akan membuat Anda kehilangan banyak peluang yang bisa menambah relasi bisnis.

 

 

Sumber: kompas.com

Tips Bekerja Efektif dari Rumah

Bekerja tidak melulu harus di kantor. Di rumah Anda juga bisa bekerja. Namun, orang-orang yang bekerja di rumah terkadang lebih ceroboh. Hal ini dikarenakan tidak adanya pengawasan dari atasan. Lingkungan kerja juga tidak formal.

Jika malas dan sering menunda-nunda waktu sudah menjadi kebiasaan. Untuk berpindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan selanjutnya pun tidak bersemangat karena malas. Sehingga, hasil yang didapatkan pun tak maksimal. Tak berjalan sesuai apa yang diharapkan.

Agar kebiasaan bermalas-malasan bisa dikikis, Anda perlu melakukan beberapa kiat. Berikut adalah kita bekerja efektif walaupun berada di rumah:

1. Menentukan Jadwal Kerja

Work schedule atau jadwal kerja menjadi hal yang sangat penting. Tujuannya tak lain agar pekerjaan lebih teratur. Adanya jadwal kerja membuat Anda tahu apa yang harus dikerjakan hari ini. Sehingga tidak keteteran atau bahkan terlalu bersantai ria.

Jika belum mempunyai jadwal kerja, cobalah untuk membuatnya. Anda harus disiplin pada jadwal kerja yang dibuat agar hasilnya maksimal. Lakukan perbandingan antara yang dulu dan yang sekarang. Manakah yang lebih baik? punya jadwal kerja atau tidak?

2. Membangun Niat

Sifat malas kerap kali menghantui. Serajin apapun Anda, pasti sifat ini sering menghantui. Jika tergoda, rasa malas pun akan menghantui diri sepanjang waktu. Sehingga jadwal kerja yang telah dibuat hanya pajangan semata. Untuk mengatasinya, Anda harus membangun niat dalam diri.

Tumbuhkan rasa ingin bekerja yang tinggi agar pekerjaan cepat selesai. Keinginan untuk berkumpul bersama teman dikesampingkan terlebih dahulu. Agar tetap fokus pada apa yang dikerjakan.

Niat ini dibangun dari dalam diri sendiri. Jika Anda saja tidak berniat, bagaimana pekerjaan dapat terlaksana sesuai harapan?

3. Jangan Lupa Motivasi Diri Sendiri

Meskipun bekerja di rumah, rasa lelah tak dapat dihindari. Beban pikiran, beban kerja, dan beban keluarga dapat membuat stres. Alhasil, Anda menjadi malas untuk bekerja. Mungkin lebih baik tidur seharian ketimbang bekerja mengurusi tumpukan kertas di meja kerja.

Jika rasa lelah muncul, sebisa mungkin untuk memotivasi diri sendiri. Tanpa adanya motivasi, sifat malas ini tidak dapat dihilangkan. Jika menemukan kegagalan, motivasi diri dengan lebih keras lagi. Jangan pernah lelah berhenti untuk memotivasi diri sendiri. Kalau bukan Anda yang memotivasi diri sendiri, siapa lagi?

4. Menyulap Suasana Rumah seperti Kantor

Siapa bilang bekerja di rumah hasilnya tidak maksimal? Hal ini sangat mungkin terjadi jika niat dan motivasi telah berhasil dibangun dalam diri sendiri. Selain itu, ada hal yang tak kalah pentingnya yaitu menyulap suasana rumah seperti kantor. Cara ini sangat efektif untuk membangun semangat kerja. Karena suasananya berbeda, Anda jadi merasakan rumah seperti kantor. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan. Apalagi jika harus menunda waktu untuk bekerja.

Jika mempunyai ruangan yang tidak dipakai, Anda bisa menyulapnya menjadi kantor pribadi. Sesuaikan warna dinding dan semua perlengkapan menyerupai kantor. Jangan lupa untuk menambahkan pendingin ruangan agar suasananya persis sama.

5. Tidur yang Cukup

Langkah terakhir ialah tidur yang cukup. Kerja lembur memang tak bisa dihindarkan, namun bukan berarti tidak bisa tidur dengan cukup. Untuk mencegah rasa kantuk, Anda bisa tidur lebih cepat. Sehabis pulang lembur, mandi, dan langsung bentangkan diri di tempat tidur.

Tidur yang cukup membuat untuk lebih bersemangat keesokan harinya. Tak hanya itu, Anda juga bisa bangun lebih bagi. Alhasil, banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Anda juga akan kelihatan lebih produktif ketimbang pegawai lainnya.

 

 

 

Sumber: cermati.com

Tips Berkomunikasi dengan Pelanggan Via Media Sosial

Selain digunakan untuk kegiatan pemasaran, banyak juga UKM yang menggunakan media sosial untuk memperluas proses layanan pelanggan. Banyak pemilik UKM yang telah mampu menciptakan akun media sosial yang tidak hanya digunakan untuk mempromosikan bisnis, tapi juga bertindak sebagai portal layanan pelanggan utama.

Memang tidak sedikit pula pemilik UKM yang menghindari menggunakan media sosial. Namun sekarang mereka dipaksa hadir oleh pelanggan mereka sendiri saat pelanggannya meninggalkan ulasan, kritik, dan pujian tentang perusahaan di Facebook, Twitter, Google+ dan lainnya.

Bukan hanya merek besar yang mendapat cuitan di situs media sosial untuk masalah produk dan layanan, tapi semua bisnis. Kabar baiknya adalah Anda dapat memperluas praktik layanan pelanggan dengan menciptakan kehadiran di situs media sosial, sekaligus mengembangkan rencana yang berfokus untuk memberikan layanan pelanggan yang prima.

Berikut 3 tips yang dapat digunakan dalam rencana media sosial Anda yang berfokus pada layanan pelanggan, yang nantinya akan membantu Anda memperbaiki dan memperkuat hubungan pelanggan sekaligus melindungi reputasi perusahaan Anda.

Gunakan alat pencarian

Agar dapat menggunakan media sosial untuk memberikan layanan pelanggan, Anda perlu mengetahui apa yang pelanggan katakan tentang bisnis Anda. Ada banyak alat di luar sana yang bisa Anda gunakan untuk melacak sebutan nama perusahaan atau produk. Coba pasang kata kunci di Google Alerts dan kemudian tinjau hasilnya secara konsisten.

Jawab segera

Kebanyakan situs media sosial bersifat publik. Jadi begitu ada keluhan pelanggan, sangat pentingbagi Anda untuk bertindak cepat. Tak peduli bagaimana perasaan Anda tentang keluhan tersebut, Anda perlu member tanggapan secara terbuka dan segera!

Ini akan membantu Anda mengatasi masalah ini dari mata publik, sehingga Anda dapat bekerja sama dengan pelanggan tersebut untuk mengatasi masalah ini. Jangan lupa menindaklanjutinya untuk memastikan pelanggan senang saat masalah mereka teratasi. Jika beruntung, pelanggan akan memposting lagi tentang layanan pelanggan hebat yang diterima.

Dengarkan

Dalam hal layanan pelanggan, Anda bisa bersikap proaktif dalam hal layanan pelanggan. Tambahkan kata kunci tentang produk dan layanan Anda di situs pencarian dan dengarkan apa yang orang katakan. Ini bisa menjadi cara yang hebat untuk menemukan calon pelanggan yang membutuhkan apa yang Anda tawarkan. Begitu Anda melakukannya, jangkau dan tawarkan solusi pada masalahnya. Plus, mendengarkan apa yang dikatakan pelanggan tentang industri dan bahkan persaingan di bidang bisnis yang Anda jalani bisa menjadi cara terbaik untuk mengumpulkan informasi dari target pasar yang dapat digunakan untuk memperbaiki produk dan layanan Anda.

Saat Anda memulai, ingatlah bahwa konsistensi dan profesionalisme adalah 2 faktor terpenting yang ikut bermain saat Anda menggunakan media sosial untuk layanan pelanggan. Jika Anda mengingatnya, mungkin Anda akan terkejut betapa mudahnya berbicara dengan pelanggan lewat cara baru ini.

 

 

 

Sumber: cermati.com

5 Tips Untuk Membangun Personal Branding di Sosial Media

Di era dunia digital sekarang ini banyak sekali sosial media yang terus bermunculan, sosial media ini tentu punya peran positif bagi masing-masing kita. Salah satu contoh dampak positif dari penggunaan sosial media adalah untuk membangun sebuah personal branding. Tentu kita sudah tidak asing dengan istilah ini, menurut Wikiepedia Personal Branding adalah proses dimana orang-orang dan karir mereka berlaku layaknya sebuah produk. Personal branding seringkali dikaitkan dengan suksesnya karir seseorang.

“Personal Branding adalah cara dan proses kita memasarkan diri kepada orang lain atau komunitas yang menjadi target kita.”

Gelombang media sosial melanda kehidupan kita yang pada akhirnya menuntut setiap orang meningkatkan cara-cara dan pendekatan guna membangun personal branding. Kini penilaian orang lain terhadap pribadi sesorang juga didasarkan pada perilaku mereka di media sosial. Tidak peduli apa jenis bidang karir yang ditekuni atau sedang dirintis, kehadiranmu diberbagai platform media sosial amatlah penting untuk menyebarkan pesan pada orang lain tentang siapa dirimu. Kalau kamu merasa aktivitas berbagi, menyukai atau mengikuti sesuatu di media sosial tidak terlalu penting maka siap-siap saja untuk duduk dan menikmati ribuan bahkan orang di luar sana yang berhasil mendapatkan perhatian dari orang lain di sekitarnya.

Dibawah ini tim cermati sudah menyiapakan 5 tips tentang bagaimana cara membangun personal branding kamu di sosial media.

1. Gunakan Nama yang Sama Untuk Semua Sosial Media

Sosial media kamu mendeskripsikan siapa diri kamu yang sebenarnya, gunakan informasi dan foto asli kamu disana. Jangan menggunakan nama-nama yang bukan merupakan informasi diri kamu seperti menggunakan nama dan foto artis. Penggunaan nama yang sama ini berlaku untuk semua sosial media yang kamu punya agar setiap orang yang ingin mencari informasi tentang kamu diberbagai sosial media lebih mudah menemukanmu. Dengan melakukan langkah ini saja kamu sudah melakukan personal branding untuk namamu sendiri.

2. Memperbaharui Profil Sosial Media Secara Berkala

Pastikan kamu meng-update profile sosial mediamu secara berkala baik itu deskripsi, biografi, maupun foto profil. Profil yang up to date memiliki kemungkinan yang lebih besar akan dilihat orang lain. Dengan melakukan update profil sosial media secara berkala kamu juga membuat yakin orang lain bahwa akun yang kamu kelola adalah benar-benar brand kamu sendiri dan bukan dikelola oleh pihak lain.

3. Temukan dan posting sesuai passion kamu

Semakin banyak kamu posting di sosial media, semakin banyak banyak pula orang yang akan mengenali dirimu. Tetapi ada beberapa hal yang perlu kamu ingat, tidak semua sosial media mengijinkan penggunannya untuk posting dalam jumlah banyak dalam waktu berdekatan. Sebut saja facebook, kamu tidak dapat posting status dalam waktu yang berdekatan layaknya twitter, pastikan kamu posting di media dan waktu yang tepat. Temukan terlebih dahulu passion kamu apa, kamu ingin dikenal sebagai apa? traveller, grafik designer, reviewer? postinglah sesuatu yang berhubungan dengan minat dan bakat kamu.

4. Bergabung dalam grup dan komunitas

Komunitas adalah salah satu tempat menimba dan membagikan ilmu yang sudah kamu miliki. Bergabung dengan komunitas dan grup yang punya visi yang sama dengan kamu tentu akan menambah wawasan. Pastikan kamu sering mengajukan peertanyaan dalam grup tersebut agar orang-orang mengetahui bakat apa yang kamu miliki. Lakukan interaksi sebanyak mungkin dengan orang-orang yang punya visi dan misi yang sama dengan kamu. Cobalah sesekali untuk sekadar “say hi” kepada orang-orang, terutama yang kamu anggap sebagai role model di media sosial. Besar kemungkinan mereka akan melihat profil kamu dan merekomendasikan diri kamu kepada orang lain.

5. Pilih media yang tepat

Jika kamu sudah tau passion-mu apa, sekarang saatnya memilih media yang cocok untuk mendongkrang personal branding kamu. Sebagai contoh kamu seorang photographer, maka media yang cocok untuk kamu adalah instagram dan tumbler. Beberapa media lain seperti twitter, blog dan Google+ juga berguna untuk melakukan promosi dan hasil-hasil foto yang telah di unggah ke instagram. Pastikan kamu menggunakan setiap sosial media sesuai dengan porsinya masing masing.

Kompetisi vs Kooperasi

Oleh: Adhy Trisnanto

Kita kerap bertanya kepada seorang anak, ranking berapa dia di kelasnya. Anak yang masuk ranking dengan berseri akan menjawab “ranking  3”. Sebaliknya anak yang tidak masuk ranking akan tersipu malu nyaris tak terdengar jawabnya.

Pemeringkatan mendorong suasana kompetisi di sekolah. Sebagian anak akan berusaha mati-matian mendapatkan nilai terbaik, karena bermacam alasan: tidak mau mendapat malu di depan teman-temannya, karena takut dimarahi orangtua, atau karena memang suka belajar. Mereka lalu akan  rajin belajar, pekerjaan rumah selalu dikerjakan sendiri, buku pelajaran selalu dekat dengannya. Sebagian yang lain berusaha mendapat nilai baik lewat jalan pintas: dari menyontek sampai orangtuanya “membeli” nilai. Masalah ranking bukan lagi jadi masalah si anak, tetapi juga masalah orangtua. Bukan saja si anak yang merasakan ranking sebagai segala-galanya, bahkan orangtuapun merasa dunia kiamat kalau anaknya tidak masuk ranking. Tentu saja cara kompetisi demikian akan terbawa sampai si anak menjadi dewasa, jadi bagian karakternya dalam kehidupan nyata. Tumbuh dalam suasana kompetisi sepertinya akan cenderung membentuk sikap egois, mau menang sendiri, tidak pernah bisa menerima kekalahan. Lebih celaka lagi ketika kemenangan didapat dengan cara-cara tidak wajar. Menghalalkan segala cara. Kalau di sekolah sudah begitu, hampir pasti dalam kehidupan nyata juga akan demikian.

Padahal ada sistem pendidikan yang tidak mengenal ranking. Anak didik bahkan sejak dini diajarkan tentang kerjasama team. Mengerjakan pe-er secara berkelompok, memecahkan soal dengan diskusi. Mereka didorong untuk berani mengemukakan pendapat, berani beradu argumentasi secara sehat dan sportif. Mereka dilatih untuk mencapai hasil dengan kerjasama team. Mau menerima pendapat yang memang ternyata lebih baik, sebaliknya juga punya kemampuan untuk memperjoangkan pendapat sendiri yang disampaikan secara sistematik. Sistem demikian akan membentuk orang yang mampu menghargai orang lain, dan melatih sikap senantiasa siap berbagi, sikap yang demokratis. Jangan heran, menerapkan cara demikian di tengah kultur masyarakat yang terlanjur terbentuk saling bersaing tidaklah selalu lancar. Tidak selalu mudah dalam mendorong mahasiswa untuk mengemukakan pendapat. Tidak selalu berhasil membuat setiap orang berperan aktif dalam diskusi atau tugas kelompok. Tidak selalu ada sikap jujur ketika mahasiswa menjawab soal ujian yang open book sekalipun.

Kita memang perlu lebih belajar tentang kooperatif. Sudah saatnya.

 

 

 

 

 

4 Sisi Negatif Bekerja Dari Rumah

Dengan kemajuan teknologi kegiatan kantor bisa dilakukan di rumah. Bekerja dari rumah memberikan kita waktu yang fleksibel, bisa menghemat waktu di jalan, menghemat ongkos transportasi dan bensin. Tapi, bekerja dari rumah ternyata tak selalu baik. Mungkin ada sebagian dari kita yang bekerja dari rumah merasakan empat hal berikut ini:

Kehidupan sosial jadi berkurang. Ketika bekerja di rumah, otomatis kita tidak memiliki persahabatan dengan teman-teman kantor. Walaupun mereka yang bekerja di kantor tidak memiliki hubungan yang cukup dekat dengan teman-teman pekerja lainnya, tapi setidaknya mereka masih punya pilihan untuk bisa mengajak mereka ngobrol atau masih ada teman-teman yang sekadar berbasa-basi menanyakan bagaimana liburan weekend lalu.

Distraksi yang menganggu. Bekerja dari rumah bisa saja justru membuka pintu untuk gangguan yang lebih banyak. Katakanlah, seorang anggota keluarga yang muncul membuka pintu atau menutup pintu bisa menjadi gangguan di saat bekerja.

Belum lagi bunyi telepon, tanda pesan, dan gangguan lain semacam itu bisa membuat fokus kita teralihkan. Untuk mengembalikan fokus membutuhkan waktu setidaknya lima belas menit. Jika ada terlalu banyak gangguan, bisa menyebabkan produktivitas menurun yang artinya waktu bekerja jadi molor.

Motivasi kurang. Bekerja di kantor menuntut kita untuk bangun lebih pagi agar terhindar dari kemacetan dan sampai di kantor tepat waktu. Tapi, bagi sebagian mereka yang bekerja dari rumah, bangun pagi membutuhkan kerja keras.

Hal ini karena mereka tak punya motivasi atau alasan cukup kuat untuk bangun pagi karena pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. Tak ada alasan untuk menghindari macet dan pemotongan gaji karena terlambat datang.

Peluang dipromosikan kecil. Bekerja dari rumah berpotensi membuat kita kehilangan perkembangan peluang karir. Komunikasi yang intens dengan manajemen dan kunjungan ke kantor dalam rangka membuktikan dedikasi dan komitmen adalah penting jika kita tak ingin kehilangan peluang tersebut.

Hanya karena empat sisi negatif tersebut, bukan berarti kita harus kembali bekerja di kantor. Dengan menyadari potensi tiga hal itu, kita berharap bisa menghindarinya. Pastikan bahwa kita tetap bertanggung jawab dengan pekerjaan dan kehidupan pribadi di mana pun kita bekerja.

 

 

 

 

Sumber: marketing.id

Untuk Mencapai Kesuksesan, Ikuti 8 Kebiasaan Para Miliarder

Kadang kita membayangkan, bagaimana bisa seseorang begitu kaya dan sukses. Meskipun keberuntungan juga memainkan peran, tapi ternyata kebiasaan seseorang juga bisa membuat dirinya sukses, tanpa kecuali kaya pula.

Mengutip majalah pria GQ India, ada 8 kebiasaan para orang kaya yang mampu berujung pada kesuksesan. Berikut uraiannya.

1. Memiliki keinginan yang jelas

Mempunyai pemikiran yang jelas dapat membantu Anda untuk menyusun rencana dengan baik.

Aktor Bollywood kenamaan Shahrukh Khan, misalnya, mengaku bahwa ia selalu tahu apa yang diinginkannya di dalam hidup dan ini membantunya melewati masa-masa sulit.

2. Ingin menciptakan sebuah warisan

Ketika Anda kaya, uang bukan segalanya, namun yang paling penting adalah warisan. Mereka fokus membangun bisnis dan hal-hal yang nantinya akan membuat mereka diingat.

3. Tidak pernah berhenti belajar

Savji Dholakia, pendiri konglomerasi berlian India Hari Krishna Exports, berhenti sekolah dan mulai bekerja memoles berlian di bisnis milik pamannya.

Akhirnya, ia membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Menurut Dholakia, selalu haus akan pengetahuan adalah satu hal yang membuat dirinya sukses.

Ia mengambil tantangan besar dan tak pernah berkata tidak untuk hal yang diyakininya mungkin dilakukan.

4. Selalu menginvestasikan kekayaan

Sebagian besar orang kaya tidak memandang uang sebagai buah, melainkan benih yang harus ditumbuhkan ketimbang dikonsumsi.

Tentu saja ini bukan berarti Anda tak belanja sama sekali, tapi cerdaslah dalam membelanjakan uang dan selalu investasikan uang Anda.

5. Berteman dengan orang baik

Orang-orang yang sukses mencari teman yang bisa menginsipirasi mereka. Oleh karena itu, cerdaslah dalam memilih teman.

6. Tidak lupa menikmati hidup

Ketika bekerja, jangan pernah lupa untuk rehat sejenak dan menikmati hidup Anda. Dengan demikian, Anda bisa lebih bersemangat dalam bekerja, lebih cerdas, dan optimis dalam menghadapi kehidupan.

7. Jangan lupa beramal

Miliarder seperti Bill Gates atau Warren Buffett dikenal gemar beramal. Semua orang kaya mendukung gerakan amal atau gerakan berbuat baik dan menjadikannya bagian dari hidup mereka.

8. Disiplin dan dedikasi

Apapun yang terjadi pada hidup Anda, selalu disiplin dan dedikasi adalah kunci. Semua orang kaya memiliki ritual disiplin dan ini membantu Anda agar tetap fokus pada apa yang ingin Anda capai.

 

Sumber: kompas.com

Kuliner

Oleh: Adhy Trisnanto

Orang bijak bilang, nilailah seseorang dari apa yang dimakan. Benar juga kalau dipikir-pikir, mana ada orang yang cekak koceknya makan makanan enak di resto internasional yang nyaman dan serba terlayani. Tapi yang dimaksud mungkin tidak cuma itu, mungkin si bijak mau mengatakan (juga) bahwa cara seseorang makan juga menunjukkan siapa dia. Makan lamban sering ditafsir orangnya pun lamban bekerja. Makan tanpa meninggalkan sebutir nasi di piring menjadi tanda orang yang rapi hidupnya. Memenuhi piring dengan makanan setinggi gunung menunjukkan orang yang serakah. Lebih buruk lagi ketika ternyata tidak semuanya termakan. Padahal ada anjuran berhentilah makan sebelum kenyang. Yang dianjurkan bukan sebelum kekenyangan lho!

Orang bijak lain bilang, semua penyakit berasal dari mulut. Benar juga kalau dipikir-pikir, kecuali penyakit kulit karena jamur. Makan emping melinjo menaikkan asam urat. Makan pepaya atau cabe kebanyakan, membuat perut jadi mules. Makan karbohidrat berlebihan jadi menaikkan berat badan.  Makan kebanyakan dan asal membuat kita jadi berpotensi kena obesitas. Dan penderita obesitas benar-benar menderita, susah duduk, susah jalan, apalagi berlari. Menonton di televisi tentang proses penyembuhan penderita obesitas jadi bisa membayangkan betapa dibutuhkan kesabaran yang tinggi untuk bisa sembuh. Ketika kita “terpaksa”  ke dokter karena merasakan penderitaan tertentu, dia sangat sering menyuruh pasien menjalankan diet ini itu. Buat kita itu adalah penderitaan versi lain yang panjang: hilangnya kesempatan kita makan enak.

Akhir-akhir ini masalah makan sering jadi topik. Topik pembicaraan di antara sekumpulan orang, sampai topik pembicaraan di media. Resto baru yang baru muncul bisa jadi bahan ngobrol berpanjang-panjang. Foto suasananya bisa tersebar di media sosial, berlomba-lomba diunggah orang supaya terkesan trendy banget. Stasiun televisi tak bosan-bosannya menyiarkan aksi para chef kondang. Juga menginformasikan kekayaan kuliner dari setiap pelosok Nusantara yang sangat beragam. Pabrik kecap membuat activation lomba masak resep tradisional. Mungkin trend begini menunjukkan makin makmurnya masyarakat.

Rahasia Nyata Dibalik Cara Hidup Sukses di Usia Muda

Sukses di usia muda merupakan impian semua anak muda namun untuk meraihnya harus dibayar dengan perjuangan yang keras. Sukses usia muda tentu beda rasanya dengan usia dewasa yang biasanya ditandai dengan usia di atas 50 tahun. Bila kita bisa mencapai sebuah keberhasilan saat usia masih belia ada banyak hal yang bisa dilakukan ketimbang bila telah memasuki masa uzur.

Tapi, bukan hal mudah untuk bisa sukses di usia muda. Anda perlu kerja keras, ketekunan dan diiringi dengan doa dan kesungguhan. Beberapa orang bahkan harus jatuh bangun terlebih dahulu agar benar-benar bisa sampai di tangga sukses. Berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba agar sukses di usia muda. Simak pula beberapa kisah inspirasi sukses di usia muda dari para pengusaha muda dan berbakat berikut ini.

 

Teori dan konsep mencapai sukses bisa seabrek jumlahnya. Tapi bagi mereka yang benar-benar ingin mencapai sukses di usia muda, mereka tak pernah berhenti belajar dan terus menambah asupan informasi dari beragam sumber agar semakin matang dalam pemikiran serta tindakan. Beberapa diantaranya terangkum dalam 10 kiat sukses di usia muda berikut ini.

 

1. Tidak Takut Hidup Susah

Kegagalan adalah pintu keberhasilan. Mereka yang berhasil merasakan manisnya sukses di usia muda paham akan hal ini. Bukan berarti bahwa tak pernah gagal, malahan berkali-kali bangkit dari kegagalan membuat mental kita makin teruji. Alhasil, kesusahan dalam hidup bukan jadi halangan malah memacu semangat untuk terus mencoba.

2. Kerja Keras yang Cerdas

Kerja keras itu wajib, sementara kerja cerdas juga harus agar usaha keras yang kita lakukan bisa efektif dalam meraih target yang kita inginkan. Mereka yang sukses di usia muda bisa menggabungkan kerja keras dan kerja cerdas untuk menjadikan dirinya mampu menaklukan hambatan guna meraih impian.

3. Bersahabat dengan Risiko

Semua orang paham bahwa dengan menjadi pengusaha ada kemungkinan untuk mendapat penghasilan lebih banyak. Tapi, untuk jadi pengusaha yang mapan bukan berarti tidak ada risikonya, malahan menurut beberapa survei, untuk menjadi pengusaha Anda harus siap melakoni pekerjaan yang penuh dengan risiko. Untuk mereka yang kini sudah sukses di usia muda, manajemen risiko jadi menu pembelajaran sehari-hari yang tak pernah lelah untuk terus dikuasai.

4. Memilih Pendidikan Sesuai Minat dan Bakat

Pendidikan yang berkualitas adalah modal yang baik bagi seseorang untuk meraih impian. Anak muda yang punya visi kedepan yang jelas akan memilih pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Dengan cara ini, harapannya tentu saja, pendidikannya akan bisa mendukung perkembangan usaha atau apa saja yang dilakoni agar berkembang maksimal dari masa ke masa.

5. Berusaha Menyisihkan 25% dari Pendapatan Pertahun

Mereka yang sukses sejak usia muda sangat terbiasa mencanangkan diri untuk menabung. Tidak main-main karena dengan disiplin menyisihkan 25% dari pendapatannya pertahun maka akan ada simpanan untuk menghadapi kebutuhan di masa-masa sulit. Ataupun juga untuk hal yang lebih besar seperti investasi pada properti atau pengembangan usaha.

6. Menggunakan Tabungannya Untuk Investasi

Bukan sekedar menabung, mereka yang sukses di usia muda juga menjalankan uangnya melalui skema pasar modal. Dengan cara seperti ini, modal pasif yang Anda setorkan akan menjadi modal aktif yang keuntungannya dapat dipergunakan untuk membiayai banyak hal.

7. Berinvestasi pada Properti

Berinvestasi pada properti seperti rumah atau apartemen juga menjadi salah satu hal yang jadi ciri pengusaha muda sukses. Mereka menyadari bahwa investasi yang demikian bisa membawa keuntungan setelah melepas masa lajang dengan menempati rumah sendiri. Aset properti ini juga bisa dijual untuk kebutuhan lainnya. Perlu diketahui bersama bahwa setiap tahunnya harga properti mengalami peningkatan sebesar 15-20%.

8. Bergabung dengan Asuransi untuk Proteksi Diri

Tak hanya dari segi investasi aktif, para pengusaha muda idealnya juga harus aktif melindungi diri dengan produk asuransi. Mereka menyadari bahwa dengan memberikan proteksi diri lewat asuransi maka ketergantungan jika terjadi risiko jatuh sakit atau masa tua sudah tak perlu lagi menjadi sumber kekhawatiran.

9. Tidak Boros dan Gampang Tergiur Teknologi Baru

Realitas hari ini yang banyak di ikuti oleh kaum muda adalah tingginya biaya belanja produk teknologi semacam gadget dan sebagainya. Padahal ini sebenarnya kontra produktif. Tak kurang dari itu, kebanyakan kaum muda yang berhasil sukses saat masih berusia belia malahan tidak berpikir demikian. Mereka melihat gadget sebagai sarana pendukung kegiatan yang bersifat kebutuhan dan bukan sebagai keinginan yang jadi bagian gaya hidup.

10. Fokus dan Punya Integritas

Kiat yang terakhir ini yang paling mendasar untuk menunjang sukses di usia muda yaitu fokus dan mengedepankan integritas. Mereka tidak akan main-main untuk meraih kesuksesan dengan kerja keras dan telaten dalam menjalankan bisnisnya.

 

 

Sumber: cermati.com

-->