Mengenal Sosok Jack Ma, Si Pendiri E-Commerce Raksasa Alibaba

Roda kehidupan terus berputar itu memang benar adanya. Sama seperti yang terjadi pada Jack Ma, sang Milioner asal China, pendiri raksasa e-commerce Alibaba yang mendunia.

Memang tidak asing lagi, dulunya dia bukanlah orang yang bergelimang harta. Kesuksesan Jack Ma dengan bisnis e-commerce dia dirintis dari bawah, alias dari nol. Dulu, bisa dibilang, dia orang yang tidak ‘punya’. Namun kehidupannya berubah drastis ketika berhasil meluncurkan Alibaba.

Kekayaan yang dimiliki Jack Ma membuat dirinya pernah dinobatkan menjadi orang terkaya nomor 7 di dunia. Kendati dirinya tidak lagi berada di peringkat tersebut, namun sejumlah kekayaan Jack Ma kian bertambah dari tahun ke tahun.

Lalu, di balik kesuksesan hidupnya ini, Seperti apa sosok Jack Ma yang sebenarnya dalam meraih mimpinya?

1. Seorang yang Gigih

Tidak malas. Inilah yang pasti ada dalam diri Jack Ma untuk menggapai cita-cita dan keinginannya menciptakan bisnis perdagangan onlinenya. Untuk itulah dia kenal sebagai orang yang gigih.

Jadi, Jack Ma bukanlah orang yang suka bermalas-malasan. Setiap detik waktu yang ia miliki selalu dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna. Hal ini dibuktikan dari bisnis yang digelutinya. Waktu yang ia miliki digunakan untuk membangun Alibaba menjadi bisnis berskala global.

Ia pun telah menghadirkan banyak inovasi terkait bisnis yang dijalankannya. Prinsip Jack Ma, segala sesuatu membutuhkan pengorbanan. Dan inilah Jack Ma sekarang. Dirinya berhasil menjadi salah satu orang terkaya di China.

2. Pantang Menyerah

Bukan tanpa rintangan. Seorang yang sukses seperti Jack Ma pun juga tak luput dari kegagalan dalam menjalankan bisnisnya. Namun, ia tidak menjadikan kegagalan tersebut sebagai langkah untuk berhenti berkreasi.

Jack Ma justru menjadikan kegagalannya sebagai sebuah undian berhadiah. Di mana dirinya semakin gigih bekerja untuk membuktikan kalau dirinya bisa. Kerja keras dan semangat pantang menyerah akhirnya berbuah manis. Kini, Jack Ma dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya dunia. Dan pastinya, hidupnya juga jauh lebih baik ketimbang dahulu kala.

3. Tidak Mengabaikan Orang Lain

Berbagai terobosan baru telah diciptakan oleh Jack Ma untuk membawa Alibab ke ranah global. Salah satu ide yang pernah terlintas di pikirannya adalah menciptakan metode pembayaran berbasis elektronik yang diberi nama Alipay.

Alipay ini pun pernah mendapatkan kritik dan cemooh dari pebisnis lainnya. Banyak pebisnis yang menilai bahwa Jack Ma adalah orang gila karena terlalu ambisius dalam mengembangkan usahanya. Akan tetapi, ternyata ia berhasil dengan Alipay miliknya itu. Sehingga setiap orang yang berbelanja di Alibaba mendapat kemudahan dalam bertransaksi. Ini tentu semakin meningkatkan loyalitas pengguna dan pelanggan e-commerce milik Jack Ma itu.

4. Memanfaatkan Masa Muda untuk Berbisnis

Bagi Jack Ma, masa muda justru merupakan waktu yang harus dimanfaatkan untuk membangun sebuah usaha. Menurut ia, usia mudah menjadi usia yang paling tepat untuk memulai bisnis. Sebab anak muda cenderung masih memiliki keberanian lebih dalam mengambil risiko ketimbang orang yang sudah masuk usia tua.

Jack Ma bahkan berpendapat kalau orang yang sudah berusia 50 tahun ke atas, akan lebih sulit mengembangkan bisnis karena terlalu takut akan kegagalan. Untuk itulah ia sering berpesan pada anak muda agar tidak menyia-nyiakan masa mudanya untuk hal-hal yang tidak berguna.

Menurut dia, boleh saja bersenang-senang, tapi jangan menjadikan kesenangan berada di urutan pertama. Tetapi, pikirkan masa depan yang bahagia di mana tidak akan kesulitan dalam hal finansial.

5. Merancang Sistem dengan Baik

Dalam menjalankan bisnis, Jack Ma bukan tidak pernah mengalami kegagalan, tapi justru sering. Ia bahkan menelan kerugian yang besar saat pertama kali mengembangkan Alibaba. Ia juga mengakui, bahwa kegagalan ini karena dirinya kurang merancang sistem dengan baik, mulai dari keuangan, manajemen, hingga delegasi tugas karyawan.

Akan tetapi, Jack Ma berhasil belajar dari kesalahan tersebut. Di kesempatan berikutnya, ia mulai merancang suatu sistem yang baik agar bisnis yang dijalankannya berkembang. Bisnis tersebut akhirnya ia kelola sebaik mungkin hingga menjadi sukses seperti sekarang ini.

6. Membangun Jaringan Bisnis

Dalam berbisnis, bukan hal yang asing lagi akan seringnya dihadapkan dengan persaingan dari pebisnis lain, yang notabenenya lebih sukses dibandingkan kita. Nah, justru di sinilah sebenarnya kesempatan kita untuk membangun jaringan bisnis yang lebih luas.

Jangan ragu dan enggan menyapa pebisnis lain. Anda bisa memulainya dengan bahasan sederhana sebelum akhirnya pembahasan mengarah yang lebih intens.

Sebab, jaringan bisnis yang luas akan membuat bisnis yang dirintis dan digeluti ini akan jauh lebih berkembang. Karena dengan membangun jaringan, maka akan memiliki banyak orang yang mendukung jalannya usaha Anda.

Jangan Takut Berbisnis, Mulailah dan Kembangkan dengan Baik

Memulai bisnis memang bisa dibilang tidak mudah. Pun demikian, berbisnis juga bukan hal yang sulit dilakukan. Berani memulai dan tidak takut untuk mengambil risiko adalah salah satu kunci menuju Anda sukses. Jack Ma berpesan, kegagalan bukanlah hal harus ditakuti, melainkan harus dihadapi karena siapapun pasti akan gagal sebelum akhirnya kegagalan tersebut berhasil mengantarkan kita pada gerbang kesuksesan.

 

 

Sumber: cermati.com

Pemasaran Klasik Ini Masih Tetap Ampuh Jaring Konsumen

Pemasaran klasik hingga saat ini masih ampuh jaring konsumen. Pemasaran sendiri merupakan strategi bisnis dalam menjual produk. Agar produk yang dijual mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, strategi pemasaran yang diterapkan juga harus oke. Pada era sekarang, pemasaran menjadi jantung dari sebuah usaha. Tanpa pemasaran yang baik, mustahil rasanya untuk menjual produk kepada konsumen.

Perputaran barang pun tidak akan terjadi kalau bagian pemasaran mengalami hambatan. Meskipun era sudah berubah, teknik pemasaran yang digunakan tidak harus menggunakan cara yang canggih. Anda sebagai pelaku bisnis diperbolehkan untuk tetap menggunakan cara klasik. Bahkan, cara klasik dianggap lebih ampuh untuk memasarkan produk dibandingkan cara modern.

Pemasaran klasik seperti apa yang masih jadi tren hingga sekarang? Inilah poin-poinnya.

1. Pemasaran Face to Face

Pemasaran secara face to face atau tatap muka mungkin sudah ketinggalan zaman karena pemasaran produk secara online dianggap lebih efektif, efisien, dan mudah. Namun, pemasaran dengan mengunjungi pelanggan sangatlah efektif. Selaku penjual, kita bisa menunjukkan barang kepada konsumen. Mereka juga dapat melihat seperti apa kualitas barang yang dijual. Dengan begitu, tidak ada kekecewaaan saat produk sudah dibeli.

2. Melayani dengan Sepenuh Hati

Penjual harus selalu bersikap sabar dalam menghadapi konsumen. Pertanyaan yang diajukan konsumen harus dijawab dengan sepenuh hati. Sebanyak apa pun pertanyaan tersebut, usahakan untuk memberikan penjelasan secara detail agar konsumen tidak berulang kali menanyakan hal yang sama. Saat memasarkan produk, penjual sering kali menemukan calon konsumen yang rewel dan banyak pertanyaan. Namun, tetap dilayani dengan sepenuh hati ya. Ingat, “pembeli adalah raja”. Tanpa adanya pembeli, mustahil kalau bisnis bisa berjalan lancar.

3. Memberikan Diskon Cuma-cuma

Konsumen mana yang tidak tergiur dengan namanya diskon? Pemberian diskon hanya boleh diberikan apabila konsumen membeli dalam jumlah yang banyak. Bisa juga saat pembelian sudah mencapai batas minimum. Misalnya, pembelian Rp 350.000 akan mendapat diskon Rp 50.000, berlaku kelipatan. Dengan adanya pemberian diskon seperti ini, dijamin konsumen pasti akan melirik usaha yang kita jalankan.

4. Branding Produk

Branding produk juga sangatlah penting. Tujuannya untuk memperkenalkan produk yang kita jual kepada masyarakat. Alhasil, wawasan masyarakat lebih luas tentang apa yang kita jual. Mereka juga lebih tahu spesifikasi lengkap dari barang tersebut. Saat melakukan branding, pelaku bisnis juga harus menjelaskan apa saja perbedaan antara produknya dengan produk lain. Adanya keunikan dalam sebuah produk membuat produk tersebut cepat laku.

5. Kemasan Produk

Kemasan produk yang menarik sering ditemukan pada barang-barang online. Mulai dari plastik pembungkus, kotak, hingga merchandise yang bertuliskan logo dari e-commerce yang bersangkutan. Berbanding terbalik dengan pemasaran face to face yang biasanya hanya dibungkus plastik hitam polos. Agar bisnis yang dijalankan kelihatan lebih berkelas, mulailah untuk mengemas produk sedemikian rupa. Kemasan yang menarik akan meningkatkan antusiasme pembeli terhadap barang yang dijual. Dengan begitu, barang menjadi cepat laku.

6. Pendekatan secara Personal

Ada banyak cara untuk mendekati konsumen secara personal. Misalnya, menilai pelayanan, memberikan like, quiz, voucher, juga mengabari konsumen terkait barang baru yang dijual. Adanya hubungan secara personal membuat kedekatan antara penjual dan pembeli meningkat. Dengan begitu, pembeli acapkali merasa lebih nyaman. Kepercayaan pembeli juga akan meningkat karena sudah ada hubungan dekat diantara keduanya.

7. Cepat Tanggap

Cepat tanggap merupakan metode pelayanan untuk meningkatkan rasa kepercayaan konsumen terhadap penjual. Alangkah baiknya jika pertanyaan yang diajukan konsumen dibalas dengan cepat. Kalau pun penjual tidak bisa menjawab, beritahu konsumen agar bersedia menunggu jawaban yang diharapkannya.

8. Menunjukkan Barang Langsung ke Konsumen

Tips ini berlaku saat menjual produk secara offline. Dengan menunjukan barang secara langsung, pembeli dapat melihat kualitas dari barang yang dibelinya. Ia juga dapat melihat barang tersebut secara detail tanpa meragukan bentuk dan kualitasnya. Apabila usaha yang dijalankan berbasis online shop, usahakan untuk menunjukkan gambar yang real atau nyata agar pembeli tidak merasa tertipu saat barang tersebut sampai di tangannya.

Gaya Klasik Tidak Boleh Ditinggalkan

Walaupun zaman sudah berubah, metode pemasaran klasik tidak boleh ditinggalkan. Ingat, pemasaran modern yang ada saat ini merupakan hasil evolusi dari pemasaran klasik. Kalau mau, lebih baik kedua metode digabungkan untuk meningkatkan efektivitas.

 

 

Sumber: kompas.com

Tips Sukses Berbisnis Online Lewat Facebook

Ada banyak jalan menuju Roma. Pepatah ini seolah tak pernah lekang oleh waktu. Kalimat sebagai simbol agar kita jangan mudah menyerah ini senantiasa berlaku bagi siapa saja untuk meraih sukses dalam hidup.

Pun dalam dunia usaha, banyak cara dan jalan untuk bisa mengembangkannya. Salah satunya adalah berbisnis lewat jejaring sosial, yang sudah tidak asing lagi di kalangan pebisnis online.

Namun demikian, ternyata tidak semua orang bisa memanfaatkan jejaring sosial ini dengan baik agar bisa mendapatkan manfaat yang maksimal. Dari sekian banyak media sosial untuk melancarkan aksi bisnis, Facebook menjadi salah satu yang paling popular.

Selain mudah penggunaannya, berbisnis lewat laman Facebook juga tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Namun harus diakui, jumlah persaingan yang tinggi membuat pebisnis di Facebook mengalami hambatan untuk mengembangkan usahanya.

Nah, perlu disadari, kendati persaingan cukup ketat, ada beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan agar bisnis online lewat Facebook Anda sukses. Apa saja? Simak ulasan berikut:

1. Buatlah Fans Page Online

Meningkatnya jumlah pemasaran secara online membuat maraknya tawaran jasa pembuatan fanpage online. Penyediaan layanan ini bertujuan untuk membantu para pebisnis online untuk memperkenalkan bisnisnya kepada khalayak umum. Sehingga penjualan juga meningkat secara otomatis.

Adanya layanan fanpage juga memudahkan calon pembeli untuk mendapatkan informasi mengenai produk yang Anda jual secara detail. Informasi itu mulai dari harga, ukuran, dan bentuk riil dari produk tersebut.

Dengan berbagai informasi yang lengkap itu, maka calon pembeli dapat mempertimbangkan produk yang akan dibelinya dengan matang dan bisa menghindari rasa menyesal di kemudian hari karena barang tersebut memang benar-benar dibutuhkan.

2. Rajin dan Rutinlah Mempromosikan Konten

Konten yang dimaksud di sini adalah fans page online yang telah Anda buat. Promosi konten bertujuan untuk mendapatkan “like” sebanyak-banyaknya dari para pengguna Facebook. Sehingga popularitas merek (brand) dari produk yang Anda juga semakin meningkat.

Setidaknya ada 2 jenis promosi yang dapat Anda lakukan. Pertama, metode internal yang luas jangkaunya hanya untuk pengguna di aplikasi dan situs Facebook saja. Kedua, metode eksternal yang jangkauan promosinya lebih luas.

Pada metode eksternal, konten yang dibagikan tidak hanya di Facebook saja, tapi juga di media sosial lain, seperti Instagram (IG), Twitter, dan blog pribadi. Caranya? Hanya dengan menghubungkan link fans page bisnis Anda dengan link media sosial lainnya.

3. Gunakanlah Foto-Foto yang Berkualitas

Jelas, foto-foto produk yang Anda bagikan sangatlah memengaruhi tingkat penjualan nantinya. Sebelum mengunggah (upload) foto, perhatikan apakah kualitas foto tersebut sudah sesuai dengan standar atau tidak. Gunakan kamera yang bagus saat pengambilan gambar.

Selain itu, perhatikan sudut atau sisi (angle) dan pencahayaan yang pas pada saat pemotretan agar mendapatkan hasil yang terbaik. Bila Anda tidak mahir dalam dunia fotografi, bisa memanfaatkan jasa fotografer untuk pengambilan gambar tersebut.

Pilihlah fotografer yang handal agar hasil dari jepretan produk Anda nantinya juga menarik. Sehingga akan menambah nilai lebih baik lagi terhadap produk yang Anda pasarkan nantinya.

4. Bagikan dan Kumpulkan Testimoni dari Para Pembeli

Membagikan dan mengumpulkan testimoni atau tanggapan dari para pembeli produk Anda ini sangat penting. Manfaatnya adalah bisa menarik calon pembeli agar yakin terhadap produk Anda, dan meningkatkan jumlah pelanggan baru.

Tak jarang, pebisnis online akhirnya gulung tikar hanya karena tidak mampu membangun kepercayaan para pembeli. Padahal, membangun kepercayaan pembeli tidaklah sulit-sulit amat. Anda tinggal meminta feedback (tanggapan) atau penilaian pembeli atas pelayanan dan kualitas produk yang dijual sesampainya barang tersebut di tangan pembeli.

Agar testimoni yang didapatkan nantinya positif, maka berikan pelayanan maksimal kepada para pembeli. Tidak hanya pada pelayanan saja, tapi kualitas produk dan juga estimasi pengiriman serta transaksi hingga kemudahan pengembalian produk ketika tidak sesuai dengan kriteria, sangat penting diperhatikan.

5. Paparkan Produk dengan Jelas

Memaparkan atau mendeskripsikan produk sejelas mungkin sangat diperlukan, mulai dari ukuran, warna, merek, dan model produk. Deskripsi yang jelas akan memberikan gambaran mengenai bentuk asli dari produk yang dijual.

Tentu yang juga harus diingat adalah deskripsi tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi asli dari barang yang dijual. Ini penting, agar pembeli nantinya tidak kecewa setelah produknya sampai ke tangan.

6. Bangunlah Interaksi yang Baik dengan Pembeli

Interaksi antara penjual dan pembeli ini sangat penting untuk diperhatikan. Usahakan interaksi ini jangan sampai terputus saat barang yang dibeli sampai ke tangan pembeli. Tetap dan teruslah menjaga interaksi dengan pembeli selama Anda menjalankan bisnis online ini.

Tak ada salahnya juga memberikan voucher diskon kepada pembeli. Ini juga merupakan salah satu cara membangun interaksi dengan pembeli produk Anda. Voucher yang diberikan juga akan memancing minat pembeli untuk kembali berbelanja di platform bisnis online milik Anda.

Apabila cara ini sukses dijalankan, maka tingkat penjualan produk Anda pun akan senantiasa meningkat dan terjaga dengan baik dari waktu ke waktu.

Tekun dan Sabarlah Menjalankan Bisnis Anda
Setiap usaha akan selalu mengalami jatuh bangun. Anggap itu semua sebagai pembelajaran dan belajarlah dari pengalaman dengan memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang ada. Hambatan berupa persaingan dan terbatasnya modal mungkin menjadi salah satu kendalanya.

Akan tetapi, jiwa tidak putus ada dan pantang menyerah memang harus dimiliki oleh setiap orang yang bersungguh-sungguh ingin menjadi entrepreneur (wirausahawan). Anda harus tetap tekun dan sabar membangun bisnis Anda agar dikenal, serta jangan lupa untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik.

 

 

Sumber: cermati.com

Cara Memperluas Network Demi Kesuksesan Bisnis dan Karier

Bagi orang yang biasa terjun pada dunia bisnis pasti sudah memahami betapa pentingnya membangun jaringan (networking) di masyarakat luas. Bahkan sekarang ini, networking yang luas menjadi salah satu tolok ukur bagi kesuksesan bisnis atau perusahaan Anda.

Jika Anda masih bertanya-tanya apa untungnya memiliki banyak network, jawabannya sederhana saja. Dengan bertambahnya network berarti bertambahnya koneksi dalam bidang bisnis Anda, bertambahnya rekan untuk bertukar pikiran terkait perkembangan dan kemajuan bisnis masa kini, bertambahnya peluang untuk mengembangkan diri, menambah pengetahuan, juga memberikan kepercayaan diri Anda dalam berbisnis dan bekerja.

Ini dia 7 cara memperluas network demi kesuksesan bisnis dan karier.

1. Bergabung dengan organisasi profesional
Jika Anda membutuhkan tempat atau wadah untuk menambah networking secara signifikan, Anda dapat bergabung dengan organisasi profesional, seperti contohnya persatuan wartawan atau persatuan insinyur Indonesia. Ketika kamu bergabung dengan organisasi profesional tertentu, cobalah membangun relasi dengan anggota-anggota organisasi yang lain, kamu bisa mencari orang lain yang memiliki ketertarikan yang sama dengan Anda, ke depannya bisa saja dia menjadi partner bisnis Anda.

2. Menghadiri acara sosial
Hadirilah acara-acara sosial seperti ulang tahun kantor, kegiatan amal, atau acara olahraga antar kantor. Meskipun terkesan santai, kegiatan tersebut dapat membantu Anda dalam membangun jaringan dan relasi. Manfaatkanlah suasana acara tersebut yang jauh lebih santai dan informal untuk berbincang-bincang dengan orang lain, apabila Anda beruntung, Anda bisa saja menemukan rekanan bisnis baru.

3. Rajin mengikuti seminar
Selain membekali diri Anda dengan berbagai ilmu dan keterampilan baru, dengan mengikuti acara seminar dan forum, Anda bisa memiliki kesempatan untuk menjalin relasi dengan orang-orang baru dan memiliki minat yang sama dengan Anda. Cukup beranikan diri Anda untuk berkenalan dengan peserta lain, setelah itu jangan ragu untuk menggali keahlian dan pengetahuan dari kenalan baru Anda.

4. Berinteraksi dengan kelompok dan komunitas lain

Bergaul dan berinteraksi dengan kelompok atau komunitas yang memiliki minat sama dengan Anda memang menyenangkan. Namun tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk menjalin relasi dengan komunitas yang memiliki kesukaan berbeda dengan Anda. Jika Anda menyadari, mereka yang memiliki pemikiran berbeda dengan Anda pasti memiliki perspektif yang berbeda juga hal ini sangat penting untuk memperkaya pola pikir, kreativitas, dan ide-idemu.

5. Memanfaatkan internet

Jika Anda menganggap internet hanya berguna sekadar hobi semata, Anda salah! Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini Anda bisa membuat profil karier atau bisnis di internet. Gunakanlah media sosial yang berorientasi pada karier dan bisnis seperti LinkedIn, kemudian tambahkan orang-orang yang Anda sudah kenal sebelumnya, siapa tahu mereka bisa mengarahkan Anda pada jaringan yang lebih luas lagi. Buatlah juga profil Anda secara menarik, lugas, dan jelas untuk mempromosikan pengalaman karier Anda. Percayalah, Anda dapat dengan mudah mendapatkan rekan dengan bidang kerja serupa di sana.

6. Menentukan target

Salah satu faktor krusial untuk menjamin jaringan kerja Anda semakin meningkat hari demi hari adalah dengan menentukan target. Anda bisa menentukan target jangka pendek untuk memberikan dan menerima satu atau dua kartu nama setiap minggunya. Dengan menentukan target yang harus dikejar dalam waktu tertentu, Anda akan terpacu untuk memperluas jaringan bisnis Anda lebih luas lagi.

7. Mengasah kemampuan berkomunikasi

Dalam membangun jaringan bisnis dan pekerjaan Anda, salah satu poin yang paling penting adalah membangun komunikasi yang baik dengan rekan bisnis Anda. Untuk itu, jangan malas untuk melakukan basa-basi sebagai awal komunikasi, seperti hobi, profesi, ataupun keluarga. Yang terpenting, Anda menjalin komunikasi dengan sabar untuk menjaga hubungan baik dengan rekan Anda.

 

 

 

 

Sumber: cermati.com

Begitu Mengalami Ini, Rehatlah Sejenak dari Media Sosial

Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan, tidaklah baik. Hal ini juga berlaku dalam penggunaan media sosial. Jika telah terbiasa menghabiskan banyak waktu untuk beraktifitas di media sosial dan tidak lagi bisa mengatur porsi yang wajar untuk hal tersebut, bisa jadi kamu telah kecanduan dan sulit berhenti.

Hal seperti ini sangat merugikan. Bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan bagi orang-orang terdekat kamu juga. Bagaimana kamu bisa mengatur waktu dalam porsi yang tepat jika ternyata sebagian besar waktu kamu telah tersita untuk aktivitas di media sosial?

Jika merasa media sosial telah menyita terlalu banyak waktumu, sudah saatnya kamu berhenti dan kembali menata diri menjadi lebih baik lagi saat ini. Berikut ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan kamu harus rehat sejenak dari media sosial.

1. Tak bisa lepas dari Ponsel
Ponsel menjadi salah satu perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses media sosial, mengingat ukurannya mungil dan mudah dibawa ke mana-mana. Jika telah begitu tergantung pada ponsel dan tak lagi bisa lepas dari perangkat yang satu ini, sudah waktunya kamu rehat dari media sosial.

Ada banyak orang yang secara tidak sadar selalu membawa ponsel mereka ke mana saja. Bahkan, membawanya ke ranjang tidur ketika waktunya tidur. Hal seperti ini bukan hanya buruk, melainkan juga mengurangi tingkat kepedulian kepada lingkungan sekitar.

2. Sering Menunda dan Mengacaukan Rencana yang Sudah Ada
Apa yang akan kamu lakukan besok? Ke mana saja kamu seharian ini? Hal seperti ini menjadi penting untuk direncanakan agar harimu bisa dilalui dengan maksimal tanpa ada waktu yang terbuang sia-sia. Namun, jika hal-hal tersebut telah menjadi sebuah kegiatan yang sulit dilakukan, kamu telah memiliki masalah dalam mengatur waktu dan agenda harian kamu.

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas di media sosial sehingga kamu tidak lagi mengingat berbagai kegiatan prioritas lainnya yang harus kamu kerjakan. Jika terus seperti ini, kehidupanmu bisa jadi berantakan.

3. Tidak Memiliki Waktu untuk Sahabat dan Keluarga
Sibuk seharian dan “tenggelam” dalam aktivitas media sosial, bahkan tidak memiliki waktu untuk sahabat dan keluarga. Jangankan bersenda gurau dengan mereka, kamu bahkan tidak sempat untuk sekadar menyapa atau menyambangi mereka di rumah.

Bisa jadi kamu akan menemui teman-temanmu di media sosial tanpa pernah sempat menemui dan menghabiskan waktu untuk sekadar menikmati secangkir kopi bersama. Yang lebih buruknya lagi, kamu jarang bertemu dengan anggota keluargamu. Padahal, kamu tinggal di rumah yang sama. Apa kamu juga ingin bertemu mereka lewat media sosial juga?

4. Kecanduan posting
Kehidupan pribadi seharusnya dipisahkan dari media sosial, mengingat hal ini bukan konsumsi publik. Kamu harus bisa memahami hal tersebut dengan baik agar tidak kebablasan untuk selalu mem-posting apa pun tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidupanmu.

Jika terbiasa selalu posting semua hal tanpa disaring, berbagai hal yang pribadi sekalipun bisa saja terpampang di media sosial. Bukan hanya bagi dirimu sendiri saja, melainkan hal ini bisa saja merugikan orang-orang terdekat kamu, seperti teman ataupun keluarga.

5. Tidak Fokus Kerja dan Mudah Stres
Sudah bekerja dan memiliki kesibukan yang tinggi, tetapi masih selalu sibuk di media sosial sepanjang hari. Hal seperti ini bisa saja merugikan diri kamu sendiri dan membuat pekerjaan berantakan. Tak ada larangan untuk menggunakan media sosial selama kegiatan ini dilakukan dalam porsi yang wajar.

Namun, jika kamu selalu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk kegiatan ini, berbagai pekerjaan dan deadline bisa jadi berantakan dan tidak selesai dengan baik. Bukannya memberi dampak baik, media sosial akan membuatmu stres dan kemungkinan kehilangan pekerjaan.

6. Mood yang Tidak Stabil
Media sosial memberi banyak kemudahan, termasuk untuk mencari tahu aktivitas teman, bahkan mantan. Hal ini bisa menjadi musibah untuk jika ternyata kamu termasuk orang yang mudah terbawa emosi.

Terlalu sering melihat aktivitas orang-orang terdekat di media sosial bisa saja membuat harimu selalu berantakan, terutama jika kamu termasuk orang yang memiliki emosi yang tidak stabil. Mood kerjamu bisa saja berubah dan tidak baik sepanjang hari sehingga harimu menjadi begitu berat dan melelahkan. Yang rugi kamu sendiri, bukan?

7. Tidak Punya Waktu untuk Hobi
Kamu senang membaca buku, memasak, atau sekadar berkebun di halaman rumah. Itu dulu. Saat ini sudah tidak lagi karena media sosial begitu menggoda. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermedia sosial, bisa jadi kamu tidak akan mengingat lagi kapan terakhir menikmati hobi.

Hal ini terbilang sangat buruk, mengingat hobi adalah sesuatu hal yang menyenangkan dan selalu akan membuat kita bahagia ketika melakukannya. Lalu, bagaimana bisa kamu melupakannya untuk waktu yang terbilang lama?

8. Sulit Fokus pada Satu Titik
Setiap orang memiliki rencana dan target tertentu yang ingin mereka capai dalam hidup. Hal ini biasanya akan dibarengi dengan sejumlah langkah dan waktu penyelesaian yang jelas.

Namun, jika kamu begitu sulit dan bahkan tidak bisa lagi fokus pada target yang dimiliki, kamu telah terlalu banyak menggunakan waktu untuk berbagai hal lainnya yang tidak terlalu penting. Media sosial akan menyita banyak waktu dan juga perhatian sehingga kamu mengalami kesulitan untuk sekadar fokus pada hal-hal yang penting di dalam hidup.

9. Lebih Banyak Diam daripada Bergerak
Kapan kamu terakhir berolahraga? Bermain dengan keponakan atau sekadar ikut menyiapkan makan malam? Dengan menghabiskan banyak waktu untuk bermedia sosial, kamu akan jarang bergerak dan melakukan banyak hal. Kamu menjadi lebih senang diam sambil ditemani gadget atau bahkan mengurung diri di kamar dan tenggelam dalam aktivitas media sosial yang tak pernah sepi.

Kegiatan ini akan menyita banyak waktu dan tenaga sehingga kamu tidak tertarik untuk melakukan berbagai hal, bahkan untuk beranjak dari layar gadget-mu dan bergerak untuk aktivitas lainnya.

 

 

 

Sumber: cermati.com

Luncurkan Produk Baru? Berikut Tips Menjangkau Target Pasar

Apakah Anda saat ini sedang bersemangat lantaran memiliki sebuah layahan atau produk baru dan bersiap untuk meluncurkannya?

Tahukah Anda bahwa meluncurkan sebuah layanan atau produk baru tidak cukup hanya dengan menyewa perusahaan public relation (PR) dan membuat sebuah press release. Selain di luar sana persaingan akan sengit, berita yang beredar pun silih berganti dengan begitu cepat. Berita yang dipublikasikan sulit bertahan lama di tengah banjirnya informasi yang ditunjukkan kepada konsumen.

Tentunya, Anda ingin melihat target pasar melihat berita tentang peluncuran produk Anda, kan? Nah, untuk membantu Anda berikut tips untuk menjangkau pasar

Rangkul wartawan

Rencanakan peluncuran layanan atau produk baru Anda lebih awal, setidaknya 8 sampai 12 minggu di awal. Yang harus Anda ketahui, wartawan mendapatkan berita setiap hari. Mereka tidak menunggu berita Anda.

Dengan melakukan persiapan jauh-jauh hari, Anda memiliki waktu yang cukup untuk mencari wartawan yang Anda butuhkan untuk menjangkau target pasar dan yang lebih penting lagi Anda bisa membangun hubungan dengan mereka. Hubungan yang baik dengan wartawan adalah kunci sukses ketika Anda ingin eksis di media.

Influencer

Setelah menjalin hubungan dengan wartawan, hal berikutnya yang harus Anda lakukan adalah mencari influencer yang memiliki pengaruh terhadap target pasar. Kenalkan layanan atau produk baru Anda kepada mereka secara detail sebelum diluncurkan. Beri mereka percobaan atau sampel dan minta mereka untuk berbagi review di saluran media sosial yang mereka miliki.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia PR telah berubah. Sekarang, kita harus melihat dari berbagai sumber untuk mendapatkan informasi, termasuk influencerInfluencer secara online telah berhasil membangun atau mencuri perhatian public melalui blog, media sosial, video dan lainnya. Karena itu, pengaruh mereka kadang lebih besar dibanding media massa.

Media sosial

Gunakan juga media sosial untuk sedikit memberi gambaran waktu dan layanan atau produk baru Anda. Cari orang-orang yang tertarik dengan layanan atau produk baru Anda. Atau, jika Anda memiliki pendukung merek (brand advocate)  informasikan tanggal peluncuran layanan dan produk baru Anda kepada mereka, bisa berupa video atau foto. Upaya tersebut akan membuat target pasar Anda penasaran. Belum lagi, siapapun bangga jika jadi yang pertama tahu.

Realistis

Anda tidak perlu repot-repot ketika meluncurkan layanan atau produk baru jika nama merek Anda sudah besar (eksis). Tapi jangan berkecil hati, yang harus Anda lakukan adalah tetap konsisten berbagi berita dan mencoba membangun hubungan dengan konsumen. Ingat, konsumen sangat senang berinteraksi dengan perusahaan yang mereka rasa memiliki hubungan baik.

Sabar

Seperti diceritakan sebelumnya, influencer dan wartawan dibombardir dengan berita setiap harinya. Jadi, cobalah untuk bersabar dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Jangan biarkan mereka lupa nama Anda.

Kreatif

Jangan lupa, tujuan Anda adalah mendapatkan perhatian dari target pasar. Anda bisa menjangkau mereka lewat influencer dan beberapa media dalam sehari. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan agar apa yang Anda lakukan berbeda dari yang lain? Masukan ide kreatif Anda, misalkan dengan membuat video, atau meme lucu.

 

 

 

Sumber: marketing.co

 

Raja

Oleh: Adhy Trisnanto

Maret kemarin Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, membalas kunjungan Presiden Joko Widodo sekian tahun berselang. Rombongan sang raja konon berjumlah 1.500 orang, mulai dari pangeran, putri dan menteri sampai para penjaga keamanan. Barang yang dibawa bagi kita terasa rada aneh, termasuk kursi dan tangga eskalator. Sambutan masyarakat luar biasa, lebih dari sambutan terhadap tamu-tamu kenegaraan yang lain. Bisa diukur dari jumlah orang yang antusias mengelu-elukan di sepanjang jalan (baik dikerahkan maupun karena dorongan kemauan sendiri), dan juga dari liputan media yang seolah mengamati segala gerak-gerik sang raja dan rombongannya. Kedatangan Raja Salman mendorong disepakatinya 11 nota kesepahaman dalam berbagai hal dengan nilai investasi sejumlah 93 triliun rupiah. Termasuk penambahan jumlah kuota haji 52.200 jemaah sehingga menjadi 221 ribu. Berita yang melegakan banyak orang mengurangi risau lama menunggu berangkat. Istirahat sang raja dan rombongan di Bali yang kemudian diperpanjang waktunya, memberi isyarat baik bagi para pelaku industri pariwisata karena diyakini akan mendorong wisatawan Timur Tengah berbondong-bondong berkunjung ke Bali.

Kisah tentang raja, selalu menarik perhatian. Termasuk raja yang ini, durian, the king of fruit. Entah kenapa durian digelari raja buah. Mungkin karena ukurannya, mungkin juga karena lezatnya. Memang ada orang yang tidak suka durian, entah lantaran aromanya, atau rasanya. Tapi penggemarnya bukan main banyaknya. Lihat saja mal atau perumahan baru yang sering menggelar festival durian untuk menarik pengunjung dan pembeli. Tidak pernah sepi! Orang rela antri untuk mendapat kesempatan memilih dan melahap durian. Padahal harganya biasanya lebih tinggi dari harga pasar. Penggemar durian bisa berburu durian setiap kali ke luar kota. Masing-masing kota punya durian yang di lidah penikmat punya kekhasan sendiri-sendiri.

Ada lagi buah lain yang menyandang gelar raja: pisang raja. Ukuran pisang raja memang tidak sebesar pisang Ambon, tapi juga tidak sekecil pisang susu. Tampilannya tidak secantik pisang Cavendish yang kuning mulus. Meskipun memang pisang raja sudah lebih dulu ada sebelum ada pisang Cavendish. Mungkin pisang yang satu ini digelari raja karena kenikmatan yang didapat ketika dimakan. Kemampuannya mengurangi rasa lapar mungkin juga jadi penyebab gelar raja.

Ada lagi raja yang lain, raja rimba. Sebagian menganggap singa-lah raja rimba, sebagian lagi merajakan harimau. Raja yang ini sering digambarkan sebagai binatang buas yang perkasa, yang bisa menyantap manusia dan binatang lain. Aumnya menggetarkan seisi hutan, membuat gentar siapa saja yang mendengarnya. Dibalik cerita tentang kebuasannya, ada juga cerita tentang sisi baik raja rimba. Film Lion King dan The Lion Guard tidak mempertontonkan kebuasan seekor singa, sebaliknya  menuturkan karakter-karakter baiknya. Dari film-film kehidupan singa dan harimau yang bisa kita tonton di teve berbayar kita jadi tahu kasih sayang yang ada dalam keluarga singa dan harimau.

Guru Bahasa Indonesia kita di sekolah dulu mengajarkan tentang peribahasa berbunyi : Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah. Nah, sebagaimana selalu ada gelap ada terang, demikian pula ada raja lalim dan ada raja adil. Raja tidak selalu sebijak Raja Salman sebagaimana kesan seorang pastur di Bali setelah sempat bertatap muka dengan sang Raja. Sejarah Nusantara sendiri menyimpan sejumlah cerita raja lalim. Misalnya Amangkurat I yang tidak segan-segan membunuh orang yang tidak sejalan dengannya. Keagungan seorang raja mudah membuat kita terkagum-kagum. Tetapi kekaguman paling dalam seharusnya ada ketika seorang raja berbuat banyak untuk kesejahteraan rakyatnya. Akhirnya yang berlaku toh nilai seseorang bergantung kepada manfaat keberadaannya bagi orang banyak..

Tips Menciptakan Layanan Pelanggan yang Hebat

Layanan pelanggan yang hebat menciptakan pelanggan setia seumur hidup; pelanggan yang bersedia merekomendasikan bisnis Anda ke teman, keluarga, dan kolega. Menyediakan layanan pelanggan yang hebat bukan hanya dimulai dengan keinginan tulus Anda untuk menyenangkan pelanggan, namun Anda juga harus berpikir di luar menjual produk dan layanan.

Anda perlu mempertimbangkan pengalaman kumulatif yang dimiliki pelanggan saat mengunjungi toko atau situs web, apa yang mereka pikirkan dan rasakan, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya lebih baik.

Berikut ini sembilan cara untuk mengetahui lebih banyak tentang pelanggan, dan mulailah menciptakan pola layanan pelanggan yang sangat baik untuk bisnis Anda.

Tahu Produk dan Jasa yang Dijual

Untuk memberikan layanan pelanggan yang hebat, Anda perlu tahu secara mendalam apa yang dijual. Oleh sebab itu, pastikan Anda dan semua karyawan yang berhadapan langsung dengan pelanggan tahu secara mendalam bagaimana produk atau layanan yang ditawarkan. Sadarilah pertanyaan yang paling sering diajukan pelanggan, dan cari tahu bagaimana mengartikulasikan jawaban yang akan membuat mereka puas.

Bersikap Ramah

Seperti yang banyak pakar pelayanan katakan, layanan pelanggan dimulai dengan senyuman. Ketika Anda berada dalam situasi tatap muka langsung dengan pelanggan, salam hangat harus menjadi hal pertama yang dilihat pelanggan, kemudian mendengarkan ketika mereka meminta bantuan. Bahkan saat menangani permintaan layanan pelanggan melalui telepon pun, senyum bisa masuk melalui suara. Jadi, pastikan Anda siap untuk bersikap ramah.

Ucapkan Terima Kasih

Terlepas dari jenis bisnis yang Anda miliki, mengucapkan terima kasih setelah setiap transaksi dengan pelanggan adalah salah satu cara termudah untuk memulai kebiasaan layanan pelanggan yang hebat.

Latih Karyawan Anda

Penting bagi Anda untuk memastikan semua karyawan, bukan hanya divisi layanan pelanggan, memahami cara mereka berbicara, berinteraksi dan memecahkan masalah yang dihadapi pelanggan. Berikan pelatihan kepada semua karyawan dan beri pula mereka alat yang dibutuhkan.

Perlihatkan Rasa Hormat Anda

Layanan pelanggan sering kali melibatkan emosi, jadi penting untuk memastikan Anda dan karyawan yang menangani tugas layanan pelanggan selalu bersikap sopan dan hormat. Jangan biarkan emosi Anda sendiri menghilangkan keinginan Anda untuk melihat pelanggan pergi dengan perasaan bahagia.

Mendengarkan

Mendengarkan adalah salah satu rahasia layanan pelanggan yang paling sederhana. Mendengarkan berarti mendengar apa yang dikatakan pelanggan walaupun mereka berteriak, begitu pula dengan apa yang mereka komunikasikan secara nonverbal. Perhatikan tanda-tanda bahwa mereka tidak senang, sambil mendengarkan apa yang mereka katakan kepada Anda secara langsung.

Responsif

Mungkin tidak ada yang lebih buruk daripada tidak responsif terhadap pelanggan yang mencoba mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan masalah, atau mencari tahu lebih lanjut tentang produk yang Anda tawarkan. Sangat penting menanggapi setiap pertanyaan pelanggan dengan cepat, meski hanya dengan mengatakan Anda mengerti tentang masalah ini dan akan kembali menelepon pelanggan tersebut. Terkadang, beberapa respons selalu lebih baik daripada tidak ada sama sekali, sehingga pelanggan tidak merasa diabaikan.

Minta Masukan

Anda mungkin akan terkejut dengan apa yang Anda pelajari tentang pelanggan dan kebutuhan mereka saat Anda bertanya kepada mereka apa pendapatnya tentang bisnis, produk, dan layanan yang Anda tawarkan.

Anda bisa menggunakan survei pelanggan, formulir umpan balik dan kuesioner, namun Anda juga bisa meminta masukan langsung dari pelanggan saat mereka menyelesaikan pesanan mereka.

Gunakan Masukan yang Telah Anda Terima

Anda perlu melakukan sesuatu dengan umpan balik yang diterima dari pelanggan agar berguna dalam proses layanan pelanggan Anda. Luangkan waktu untuk meninjau umpan balik secara berkala, mengidentifikasi area yang harus diperbaiki, dan membuat perubahan spesifik dalam bisnis Anda.

Layanan pelanggan yang hebat sering kali terjadi karena secara konsisten pelanggan diperiksa dan dipastikan mereka senang bukan hanya dengan produk dan layanan yang ditawarkan, namun juga dalam proses pembelian dan pemesanan yang bekerja dengan baik. Jika Anda melakukan sembilan cara menyediakan layanan pelanggan yang hebat ini dengan benar, Anda berada di jalan yang tepat untuk dikenal sebagai bisnis yang menyediakan layanan pelanggan sangat baik.

 

 

Sumber: marketing.co

5 Langkah Awal Sebelum Membuka Usaha Sendiri dan Menjadi Wirausaha Sukses

Katanya berdagang atau mempunyai usaha sendiri itu gampang-gampang susah. Banyk untungnya pun tak kurang pengalaman saat merugi. Tentu Anda harus selalu bersiap menghadapi kedua kondisi tersebut. Nah bagi anda yang mempunyai niat untuk berwirausaha setidaknya Anda harus memperhatikan 5 langkah di bawah ini yang kami lansir dari laman seribupeluang.org

1. Ide Usaha (Business Ideas)

Ide usaha merupakan hal terpenting sebelum memulai suatu usaha. Rasanya sangat mustahil kita memulai usaha tanpa ada ide usaha sebelumnya. Mengapa ide usaha menjadi begitu penting? Ini dikarenakan usaha jika di awali dengan ide yang baik serta memandang jauh ke depan akan menghasilkan usaha dengan kualitas yangprima. Lalu yang menjadi pertanyaan terbesar, bagaimana kita menentukan ide usaha?

Untuk menentukan ide usaha, Anda dapat menemukan ide itu dari rutinitas sehari-hari, mulai dari hobi, kegemaran, keahlian, kesukaan dan hal lainnya yang menurut Anda dapat Anda kuasai. Jika Anda memulai suatu usaha dari hal yang Anda kuasai maka usaha tersebut akan berjalan lancar bahkan saat terjadi masalah sekalipun. So, “Tentukan ide usaha anda sekarang juga!”

2. Rencana Usaha (Business Plan)

Setelah Anda berhasil menemukan ide sempurna untuk usaha yang akan dijalani, langkah selanjutnya adalah rencana usaha yang matang. Rencana usaha menjadi hal yang sangat penting untuk dipikirkan sebelum memulai suatu usaha.

Salah satu masalah yang akan timbul jika Anda mengabaikan business plan adalah kekacauan di tengah usaha yang berakibat pada kemunduran bahkan kegagalan usaha. Dengan membuat business plan, Anda dapat mengetahui kemana arah dan tujuan usaha Anda. Meski usaha Anda bersifat mikro (kecil) namun dengan arah serta tujuan yang pasti, usaha Anda akan cepat maju dan berkembang. Selain itu, dengan rencana usaha yang matang Anda dapat menentukan berapa modal awal serta penghasilan yang kelak didapatkan. Dan dengan perencanaan yang baik, tentunya Anda dapat meminimalisir biaya pengeluaran namun dengan penghasilan yang maksimal.

3. Survei (Observations Environment)

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah survei atau pengamatan lingkungan sekitar. Lalu apa kegunaan dari survei ini? apakah wajib untuk di lakukan?

Jika kita melihat dari segi keuntungan yang didapat tentunya survei sangat wajib untuk dilakukan. Survei atau pengamatan dilakukan untuk mengetahui kondisi konsumen, lingkungan sekitar, lokasi usaha, pesaing, target penjualan, pemasaran dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Dengan survei Anda juga dapat mengetahui banyak hal serta peluang berkembang tidaknya usaha Anda. Jika anda mendirikan usaha
dengan lingkungan yang mendukung serta minim pesaing maka dapat dipastikan jika usaha anda siap meroket dan bersiaplah menjadi seorang pengusaha sukses.

4. Persiapkan Usaha Dengan Baik (Preparation of Business)

Usaha apapun yang akan dilakukan tentu butuh persiapan yang matang. Saat Anda memulai membuka usaha, pastikan Anda sudah membereskan surat izin usaha yang diperlukan. Pikirkan juga mengenai karyawandan administrasi, alat-alat, tempat, mesin, logo, nama perusahaan serta bagaimana strategi branding yanga kan dilakukan.

5. Memulai Usaha (Action)

Setelah selesai dengan dengan langkah-langkah di atas, kini saatnya Anda beraksi.

Sebagai seorang wirausahawan pemula, wajar jika terasa sangat berat. Ada saja hal yang menggangu pikiran sehingga menjadi hambatan untuk segera memulai usaha. Namun jika Anda seperti itu terus kapan majunya, bangkitlah dan buang semua pikiran negatif dari pikiran anda, berjuanglah dalam mendirikan usaha dan jangan pernah menyerah sampai anda berhasil.

 

 

REDA

Oleh: Adhy Trisnanto

Hujan rintik-rintik tidak dirasakan sebagai gangguan. Orang-orang tetap saja lalu-lalang di jalan tanpa jas hujan, topi, maupun payung. Hujan rintik-rintik memberi bau tanah yang enak. Tapi begitu hujan menderas, apalagi disertai angin yang gemuruh dan petir menggelegar seolah membelah langit, orang-orang yang semula berjalan santai tiba-tiba berhamburan mencari tempat berteduh. Pengendara motor berhenti di emper-emper bangunan atau di bawah pohon rindang. Membuka bagasi, mengambil jas hujan. Bahkan ada yang melepas sepatu berganti sandal. Mungkin karena terdesak waktu selepas itu mereka kembali melanjutkan perjalanannya dengan bergegas.

Pada saatnya hujan sederas apapun akan reda, dalam hitungan menit, atau jam, atau hari. Begitu reda kita tinggal meratapi akibatnya, dari yang kecil sampai yang berat. Dari jemuran tidak kering, sampai sampah yang berserakan di mana-mana, dan banjir yang meninggalkan lumpur serta merusak perabotan. Tapi jangan lupa, hujan juga membasahi tanah-tanah kering, mengisi kembali sediaan air tanah. Demikianlah memang tradisi alam, ada plus ada minus, dan yang mentakjubkan plus dan minus ada dalam keseimbangan.

Kehidupan sebagai bagian dari penyelenggaraan semesta menganut tradisi yang sama. Film  kehidupan selalu punya adegan-adegan yang datang dan pergi, muncul dan reda silih berganti. Meskipun ada istilah “bayi tuwa” (bayi tua) namun tidak pernah ada bayi yang berlama-lama tetap jadi bayi. Yang dimaksud dengan “bayi tuwa” adalah orang yang bukan bayi tapi punya karakter mirip bayi. Pesta akan usai pada saatnya. Kesibukan pesta akan reda untuk kemudian lenyap seiring berjalannya waktu. Meninggalkan rasa senang, modal untuk kenangan manis, tapi juga kelelahan, dan mungkin… utang. Kesedihanpun sama saja. Reda pada saatnya sadar atau tidak bahwa itu adalah bagian tak terelakkan dalam kehidupan, kemudian kesedihan akan lenyap ditelan waktu.

Reda adalah lawan kata muncul atau hadir. Untuk hal positif (yang sering dimaknai sebagai suatu keadaan yang selaras dengan harapan kita), kemunculan atau kehadirannya disambut dengan rasa syukur. Dan ketika reda rasa kehilangan yang menggantikannya. Sebaliknya untuk hal negatif (yang sering diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak selaras dengan harapan kita), kemunculannya disambut dengan kekecewaan, bahkan mungkin marah. Dan ketika reda rasa lega yang menggantikannya. Orang sering lupa, bagaimana mungkin ada segmen baru kehidupan kalau segmen yang lama masih saja belum reda.

Alangkah bijaksananya seseorang ketika tiba saat reda, dia mampu melakukan perenungan, mencari hikmah dari peristiwa yang dialaminya, dan tetap bersyukur atas Kasih Sayang Allah SWT. Reda adalah saat berganti adegan kehidupan. Tidak ada yang perlu sangat diratapi, atau sangat disesali.

-->