5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli UnitLink

Oleh: Ahmad Gozali

Bisa dibilang sekarang ini produk asuransi yang paling banyak dibeli oleh masyarakat umum adalah berupa unitlink. Yaitu asuransi sekaligus investasi. Dimana nasabah membayar premi untuk membeli polis asuransi dan sekaligus berinvestasi.

Tapi sayangnya, jenis asuransi unitlink ini adalah asuransi dengan tingkat lapse (pembatalan kontrak) yang paling tinggi. Banyak nasabah yang hanya bayar 1-2 tahun pertama lalu tidak membayar lagi yang menyebabkan asuransinya menjadi tidak lagi berlaku, bahkan premi yang sudah dibayarkan menjadi hangus semua.

Agar tidak terjadi pemborosan dari pembelian asuransi yang tidak perlu, atau pemborosan dari membeli asuransi tapi lalu membatalkannya, perhatikan hal-hal berikut saat membeli polis asuransi, khususnya unitlink:

1. Baca polisnya dan jangan ragu manfaatkan hak untuk membatalkan
Ingat, yang berlaku ada perjanjian dalam polis, bukan janji agen.

2. Fahami produknya dengan baik.
Dari sisi investasi, pastikan kita juga faham bahwa nilai investasinya TIDAK dijamin sama sekali. Investasinya bisa naik/turun, dan tidak dipatok sama sekali. Angka investasi dalam proposal hanya asumsi saja, bukan janji.

3. Jujur saat mengisi formulir
Pastikan data yang diisi dalam formulir asuransi adalah benar. Jangan sampai klaim kita ditolak karena informasi yang kita berikan tidak valid. Cantumkan penyakit yang pernah diderita. Karena bisa juga klaimnya ditolak jika sakitnya terjadi sebagai akibat dari penyakit yang sebelulmnya telah diderita.

4. Fahami biaya yang dikenakan pada nasabah
Di tahun pertama, biasanya biaya akusisi yang dikenakan sangat besar sampai hampir hanya cukup untuk membayar asuransinya saja sehingga dana investasi hampir nol. Inilah yang menyebabkan banyak nasabah yang tidak faham akan kaget melihat saldonya yang nyaris nol dan tidak membayar premi lagi di tahun berikutnya.
Di tahun kedua, ketiga dan keempat, biaya akusisinya semakin kecil sehingga saldo investasinya baru akan terasa perkembangannya di tahun ke lima dan seterusnya.

5. Teliti Kembali Nama Tertanggung dan Penerima Manfaat
Kesalahan yang cukup umum terjadi juga adalah mengasuransikan orang yang tidak tepat. Ingat, yang perlu asuransi jiwa hanya dua orang, yaitu orang yang menanggung nafkah orang lain dan orang yang memiliki hutang.

Sehingga asuransi jiwa seharusnya hanya untuk pencari nafkah saja, ayah atau bunda, bukan anak-anak. Kalau memang memerlukan asuransi kesehatan untuk anak, bisa dengan beli asuransi kesehatan saja. Kalau perlu dana pendidikan untuk anak, bisa invest saja atau beli asuransi unitlink dengan nama tertanggung orang tua pencari nafkah, bukan anaknya. Berikutnya cek juga nama penerima manfaatnya. Asuransi memang penting, tapi lebih penting lagi adalah membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Semoga tips di atas bermanfaat.

 

 

 

image: inginjadikaya.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *